Sentuhan hangat matahari
menyapa halus pagiku
waktu menujukan pukul setengah tujuh
terbangun dari mimpi indah ku
melamun termenung sendiri di taman
membayangkan dirimu
seseorang menepuk bahuku dari belakang
ternyata kamu ku salah tingkah jadi nya
menatap matahari terbenam
duduk di bawah pohon itu bersama dirinya
ku ingin lebih dekat
dan pipi sampai bersandar di pundaknya
angin berhembus dari senyuman itu
dan mata bertemu mainkan harmoni
ku harap pandangan itu kembali padaku
menatap langit dari dirinya menusuk hati
tak pernah terbalas, cinta sebatas teman
aku melanjutkan dan terus berjalan
hati ini mekar merona
seperti bunga sakura
namun mekar di musim yang salah
tak seharus mulai merasa
berjalan bersama di tepi pantai
dan melihat biru yang sama di ujung dermaga
tersara jauh untuk ku
kita takan pernah bisa bertemu di hati
angin berhembus dari senyuman itu
dan mata bertemu mainkan harmoni
ku harap pandangan diri nya
arus nya sungai pasti ke laut juga
lepas dan bebas nya luas di arungi
ku harap pandangan nya kan ku terima lapang dada
menatap langit dari dirinya terasa dekat
ku yakin dengan nya tampa dari hati
aku lanjutkan dan terus berjalan
dengan menerima menerima dan terus berjalan

0 comments:
Post a Comment