Showing posts with label milan. Show all posts
Showing posts with label milan. Show all posts
Sunday, 26 March 2017


Milan - Gianluigi Donnarumma mengucapkan kesetiaannya untuk AC Milan. Dia ingin bertahan di tim asal kota mode itu lebih lama lagi.

Donnarumma mencuat bersama Milan mulai musim lalu. Dia mampu menyingkirkan dua kiper senior, Christian Abiatti dan Diego Lopez.

Di musim ini, Donnarumma tampil amat baik di bawah gawang Milan. Dia bermain sebanyak 29 kali, dengan jumlah penyelamatan sebesar 113 kali penyelamatan.

Donnarumma yang tampil bagus, lantas dikabarkan menjadi incaran Manchester United. Dia dijadikan langkah antisipasi kalau David De Gea pergi ke Real Madrid.

Dengan kontraknya yang akan berakhir pada 2018 mendatang, wajar kalau Donnarumma mulai ditanya soal perpanjangan kontrak. Dia menegaskan akan bertahan di Milan.

"Saya berharap bertahan di Milan. Saya ingin bertahan karena saya merupakan pendukung Milan," kata Donnarumma di Sport Mediaset.

Soal negosiasi kontraknya yang masih menemui jalan buntu, Donnarumma menjelaskan. "Kontrak saya merupakan suatu hal yang diurusi oleh agen saya," ujar kiper berumur 17 tahun itu.


Madrid - Tampil oke bersama AC Milan, Gerard Deulofeu kabarnya jadi incaran Barcelona. Klub Catalan itu disebut ingin membawa Deulofeu kembali ke Camp Nou.

Deulofeu merupakan jebolan akademi Barca. Tapi, setelah debut di tim senior pada 2011, Deulofeu tak banyak mendapat kesempatan bermain. Sampai 2013, dia cuma tampil enam kali di semua kompetisi.

Deulofeu kemudian sempat dipinjamkan ke Everton dan Sevilla. Musim panas 2015, Everton mempermanenkan status Deulofeu.

Mulai Januari lalu, Deulofeu dipinjamkan ke Milan. Bersama Rossoneri, pemain berusia 23 tahun itu kembali bersinar. Dia sudah menyumbang tiga assist dan satu gol dalam sembilan kali penampilan di Serie A. Berkat performanya yang oke itu, Deulofeu kembali dipanggil ke timnas Spanyol.

Kini Barca dikabarkan mulai mempertimbangkan untuk membawa pulang Deulofeu. Blaugrana punya opsi buyback sebesar 12 juta euro untuk pemain didikannya itu.

Ditanya soal kemungkinan kembali ke Barca, Deulofeu mengaku belum mau terlalu memikirkannya. Fokusnya saat ini hanyalah tampil sebaik mungkin bersama Milan dan timnas Spanyol.

"Saya menduga pertanyaan itu!" ucap Deulofeu sambil tertawa, seperti dikutip dari Football Italia.

"Mendengar hal-hal seperti ini itu luar biasa, tapi seorang pemain hanya harus berpikir soal saat ini, kalau tidak akan kehilangan fokus. Kita akan lihat apa yang terjadi di masa depan," lanjutnya.

"Saya sudah belajar untuk meninggalkan masa lalu dan berpikir soal masa kini, fokus saya ke sana. Masa depan akan datang, berpikir soal itu bisa membawa Anda ke jalan yang salah."

"Saat ini saya dipinjamkan ke Milan, saya dimiliki Everton, dan Barca punya opsi buyback. Tapi saya tidak berpikir soal itu, itu akan jadi kesalahan," kata Deulofeu.



Milan - Bek kanan AC Milan, Ignazio Abate, tak bisa main lagi di sisa musim ini. Wakil kapten Rossoneri itu mengalami cedera di matanya dan harus menjalani perawatan.

Abate, 30 tahun, mengalami "trauma benda tumpul" di mata kirinya saat Milan mengalahkan Sassuolo 1-0 pada 26 Februari lalu. Dia kemudian terbang ke Miami, Amerika Serikat, untuk bertemu spesialis.

Melalui situs resminya, Milan menyebut bahwa pertemuan Abate dengan spesialis tersebut memberi hasil positif dan proses pemulihan si pemain berjalan lancar.

Akan tetapi, Abate tak akan pulih sebelum berakhirnya musim ini. Dia diperkirakan akan kembali bergabung dengan tim saat latihan pramusim 2017/2018.

"Terapi akan memberi Abate kesempatan untuk meneruskan aktivitas kompetitif selama masa persiapan musim panas untuk musim 2017/2018," tulis Milan.

Abate musim ini tampil pada 26 pertandingan di semua kompetisi bersama Milan. Selama dia absen, posisi bek kanan Milan diisi oleh Mattia De Sciglio.

Monday, 14 December 2015


Milan - AC Milan hanya memetik satu poin saat bermain melawan Hellas Verona. Allenatore Milan, Sinisa Mihajlovic, kecewa dengan kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut.

Menjamu tim juru kunci Verona di San Siro, Minggu (13/12/2015) malam WIB, Milan cuma bermain imbang 1-1. Milan sempat unggul lebih dulu lewat gol Carlos Bacca di menit ke-52.

Tapi keunggulan tersebut hanya bertahan lima menit. Verona menyamakan angka lewat penalti Luca Toni yang juga membuat Nigel De Jong dikartu merah.

Usai pertandingan, suporter yang hadir di San Siro tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Mereka menyoraki tim usai wasit meniup peluit panjang.

"Saya memahami suporter, mereka berhak untuk mengeluh dan saya minta maaf untuk mereka dan klub," ujar Mihajlovic kepada Mediaset Premium seperti dikutip Football Italia.

Soal hasil seri yang dipetik Milan, Mihajlovic mengeluhkan kinerja wasit yang memimpin pertandingan. Dia menilai wasit salah sudah menganulir gol Luiz Adriano di babak pertama. Gol tersebut tidak disahkan karena Bacca sudah lebih dulu offside. Selain itu, Mihajlovic juga menilai Milan seharusnya mendapat penalti untuk pelanggaran terhadap Giacomo Bonaventura.

"Anda tidak pernah melihat saya bicara soal wasit, tapi Anda tidak bisa tidak menyebut hal-hal tertentu, karena dalam dua laga terakhir kami sangat dirugikan," lanjut Mihajlovic.

"Anda tidak boleh keliru menganulir dua gol karena offside dan juga ada penalti yang jelas untuk pelanggaran pada Bonaventura. Kami punya peluang dan kami juga bodoh kebobolan gol itu."

"Tim mencetak dua gol yang sah, menciptakan tiga peluang bersih di babak pertama dan tiga atau empat peluang lagi setelah jeda."

"Kami terus menekan meski bermain dengan 10 orang dan punya 18 tembakan ke arah gawang. Apa lagi yang bisa kami lakukan? Ini bukan kali pertama terjadi dengan wasit. Saya tidak boleh bicara soal wasit, tapi itu bukan berarti saya bodoh," katanya.

Hasil imbang melawan Verona membuat Rossoneri masih tertahan di peringkat ketujuh dengan 25 poin dari 16 pertandingan.


Milan - AC Milan berimbang 1-1 dengan Verona. Milan unggul lebih dulu tapi kemudian harus tampil dengan 10 orang sejak menit 56, yang juga menghadirkan gol Verona dari titik putih.

Di San Siro, Minggu (13/12/2015) malam WIB, kedua tim bermain imbang tanpa gol di babak pertama. Carlos Bacca kemudian membawa Milan memimpin di menit-menit awal babak kedua, tapi Verona pun langsung merespons.

Diawali sebuah pelanggaran dari Nigel De Jong di kotak penalti, wasit pun memberinya kartu merah langsung seraya menunjuk titik putih. Luca Toni yang maju jadi algojo mampu menuntaskan tugas dengan baik untuk membuat skor jadi 1-1.

Di sisa waktu, termasuk injury time 4 menit, kedua tim sama-sama berusaha menekan. Tapi skor tidak berubah.

Hasil di giornata 16 itu membuat Milan mendapatkan hasil seri kedua beruntun di Serie A setelah pada giornata sebelumnya berimbang 0-0 lawan tim posisi kedua terbawah Carpi. Namun, Milan tetap naik ke posisi tujuh (25 poin) menggeser Atalanta yang secara bersamaan kalah 0-1 dari Chievo.

Sedangkan untuk Verona, juru kunci yang juga menjadi satu-satunya tim Serie A yang belum sekali pun menang sejauh ini, hasil itu merupakan hasil seri ketujuhnya yang sekaligus menyudahi rentetan empat kekalahan beruntun Serie A. Verona masih berkutat di posisi terbawah dengan 7 poin.

Jalannya Pertandingan

Luiz Adriano mengendalikan bola umpan jauh dengan baik sambil dibayangi Rafael Marquez dan kemudian mengirimkannya ke arah Carlos Bacca walaupun intervensi dari Eros Pisano menggagalkan maksudnya.

Dua menit kemudian ganti Verona mengancam dengan Leandro Greco mengirim bola ke arah Luca Toni tapi Alessio Romagnoli mampu melakukan hadangan tepat pada waktu. Milan lantas menyerang balik tapi bola ke arah Bacca ganti disapu Marquez.

Saling serang antara kedua tim terus berlanjut. Giliran M'baye Niang menguasai bola di area pertahanan Verona walaupun bola sepakannya masih melebar dari bidang sasaran di menit ke-18.

Giacomo Bonaventura kemudian merepotkan barisan pertahanan Verona lewat aksinya di menit ke-21, tetapi bola kirimannya ke depan gawang masih dapat dihalau Vangelis Moras.

Verona lalu mendapat kesempatan menyerang lagi ketika Toni menguasai bola di menit ke-23. Ia menyepak si kulit bundar walaupun arahnya belum ke gawang Milan.

Sebuah kerjasama satu-dua apik antara Bonaventura dengan Bacca menempatkan nama pertama berhadapan satu lawan satu dengan kiper Verona. Tetapi bola hasil sontekan Bonaventura masih tepat ke Pierluigi Gollini dan pemain bertahan Verona lalu datang membantu.

Setelah itu Verona sempat mengklaim penalti karena merasa Toni secara ilegal dijatuhkan Alex, sedangkan kubu Milan sempat menggetarkan gawang tim tamu tapi gol tak berlaku karena sudah ada offside lebih dulu.

Segera setelah babak kedua dimulai, Verona mengancam lewat operan Leandro Greco ke arah Artur Ionita. Tapi bola sundulannya masih belum membuahkan hasil.

Setelah itu Milan langsung merespons lewat aksi Bonaventura. Gollini melakukan penyelamatan untuk menahan bola masuk ke dalam gawangnya.

Di menit ke-52 barulah gol lahir. Bola dioper Niang ke arah Luiz Adriano di tengah, yang langsung memberikan si kulit bundar ke Bacca di depannya. Lolos dari jebakan offside dan tak terkawal, Bacca tak membuang peluang untuk mengirim bola ke dalam gawang.

Dalam keadaan unggul, Milan harus tampil dengan 10 pemain di menit ke-56. Nigel De Jong dikartu merah langsung usai melanggar Greco yang berpeluang besar bikin gol. Wasit juga menunjuk titik putih dan eksekusi penalti Toni tak kuasa dihentikan Gianluigi Donnarumma. Skor 1-1.

Kartu merah untuk De Jong memaksa Milan melakukan pergantian. Luiz Adriano yang beroperasi di lini depan ditarik keluar di menit ke-62 untuk digantikan Juraj Kucka yang merupakan seorang gelandang.

Tensi permainan meninggi memasuki menit ke-70. Eros Pisano dan Pawel Wszolek dari Verona, dan Bonaventura dan Ignazio Abate dikartu kuning secara berurutan dalam perjalanan pertandingan.

Memasuki menit ke-75, Bacca mendapat bola di sisi kanan dari arah pertahanan Verona. Berada di sudut cukup sempit, ia masih mampu menyepak bola walaupun belum bisa mengubah kedudukan.

Dari sebuah skenario sepak pojok untuk Milan di menit ke-83, bola mengarah ke Andrea Bertolacci yang meneruskan dengan sepakan. Tapi penempatan bolanya masih sedikit melebar dari bidang sasaran.

Beberapa menit setelah itu sebuah umpan tarik Bonaventura ke arah Bacca yang berada tepat di depan gawang Verona mampu diintervensi oleh Marquez. Milan terus berusaha menekan walaupun minus satu pemain, walaupun laga lantas tetap berakhir 1-1.

Susunan Pemain

Milan: Donnarumma; Abate, Alex, Romagnoli, De Sciglio, Niang (Cerci 81'), De Jong, Montolivo (Bertolacci 78'), Bonaventura, Luiz Adriano (Kucka 62'), Bacca

Verona: Gollini; Sala, Marquez, Moras, Piasano, Viviani, Greco (Gomez 81'), Wszolek (Bianchetti 79'), Ionita, Siligardi (Jankovic 78'), Toni



Milan - Tiga tahun setelah bergabung dengan AC Milan, M'baye Niang mulai bisa menunjukkan potensi yang dipunya. Tampil oke sejauh ini, dia berharap bisa berkontribusi lebih besar dan bertahan lama di San Siro.

Niang dipasang sebagai starter dalam empat pertandingan terakhir Milan di Serie A. Dalam periode tersebut pemain asal Prancis itu tampil memuaskan dengan membuat dua gol dan satu assist.

Performa apik tersebut diharapkan akan bisa dijaga Niang. Dengan usia yang baru 20 tahun potensinya masih bisa terus berkembang di bawah arahan Sinisa Mihajlovic.

"Hubungan saya dengan Mihajlovic sangat baik. Dia banyak memberi untuk saya. Dia pelatih yang bagus sebagaimana kita tahu, dan dia suka bekerja bersama pemain muda. Dia punya kualitas yang hebat, saya selalu memberikan yang terbaik untuknya dan saya selalu melakukan apa yang dia katakan," ucap Niang.

Niang dibeli Milan dari Caen pada 2012 lalu. Namun periode awal dia berseragam Rossoneri tak berjalan semulus yang diharapkan.

Masih berusia 17 tahun ketika itu, Niang terlibat dalam beberapa masalah di luar lapangan. Salah satunya adalah kasus tabrakan yang melukai 11 orang. Masa depannya di Milan sepertinya akan habis saat dia dipinjamkan ke Montpellier dan kemudian Genoa.

"Saya ingin kembali ke Milan, karena saya merasa bagian dari tim dan klub ini. Saya setuju menjalani peminjaman ke Genoa tanpa ada klausul karena saya ingin membuktikan diri ke Milan. Saya ingin kembali ke sini untuk memberikan sesuatu pada tim," lanjutnya dalam wawancara dengan Corriere dello Sport dan dikutip dari Football Italia.

"Sebelumnya saya bermain dengan baik, sekarang saya pikir saya lebih baik lagi. Apakah saya berubah? Ya, itu benar. Saya membuat kesalahan yang tidak dilakukan pemain lain. Kami harus menghindari segalanya. Dari titik itu saya berubah, menjadi lebih baik. Saat Anda bermain dan Anda menguasai bola, Anda harus luwes dan tenang. Saat kehidupan pribadi Anda berjalan baik, maka permainan Anda akan baik."

"Apakah saya akan mengakhiri karier saya di Milan? Jika itu ada di tangan saya maka itu tidak akan jadi masalah. Saya melihat diri saya di tim ini, bahkan untuk 10 tahun ke depan," tuntasnya.



Milan - Striker AC Milan, Carlos Bacca, menikmati kariernya sejauh ini di Italia. Persaingan yang lebih kompetitif di liga menjadi nilai plus jika dibandingkan saat dia masih merumput di Spanyol.

Bacca hijrah ke Italia di bursa transfer musim panas lalu setelah dua tahun merumput di Spanyol. Striker asal Kolombia itu meninggalkan Sevilla untuk bergabung dengan Milan.

Sejauh ini, Bacca beradaptasi dengan baik di Milan. Dia cukup produktif dengan menghasilkan enam gol dari 15 kali penampilannya di Serie A bersama Rossoneri.

Performa Bacca memang masih belum bisa mengangkat Milan ke papan atas. Tapi ketatnya persaingan itulah yang membuat Bacca menikmati kariernya di Italia sejauh ini.

"Tidak seperti La Liga, di mana dua tim yang sama selalu juara, di Italia ada banyak tim kompetitif dan buktinya terlihat dari fakta bahwa setiap pekan ada pemuncak klasemen yang berbeda," ucap Bacca kepada Sky Sport Italia.

"Milan? Saya punya keyakinan, kami bekerja setiap hari," ucapnya soal ambisi scudetto Milan.

"Targetnya adalah menemukan konsistensi yang tepat dan rentetan kemenangan," katanya
Tuesday, 8 December 2015


AC Milan kembali tampil angin-anginan belakangan ini. Tidak maksimalnya performa Rossoneri dinilai karena mereka bermain terlalu hati-hati.

Hal itu diungkapkan oleh eks pelatih timnas Italia, Cesare Prandelli, setelah melihat Milan bermain imbang tanpa gol dengan Carpi. Pada laga sebelumnya, mereka juga butuh extra time untuk mengalahkan Crotone di arena Coppa Italia.

"Setelah menampilkan permainan terbaik mereka sepanjang musim ini di laga melawan Sampdoria, Milan sekali lagi menunjukkan keterbatasan yang sudah kita lihat dalam melakukan dribel dan menciptakan peluang," ujar Prandelli dalam kolomnya di Calciomercato.

"Selain karena agresivitas Carpi dan kurangnya kualitas di lini tengah Rossoneri, saya sering mendapatkan kesan bahwa Milan punya gaya bermain yang terlalu ilmiah," tambahnya.

"Ketika Anda menghilangkan (Giacomo) Bonaventura, saya tak melihat fantasi dan hasrat untuk mengambil risiko yang bisa menghasilkan perbedaan," katanya.

Milan kini duduk di peringkat kedelapan di klasemen sementara Serie A. Dengan koleksi 24 poin, mereka tertinggal sembilan poin dari Inter Milan yang tengah memimpin.

Monday, 7 December 2015


Sinisa Mihajlovic kecewa dengan hasil imbang yang didapat AC Milan di kandang Carpi. Menciptakan banyak peluang, Milan disebut Mihajlovic lebih pantas pulang dengan kemenangan.

Melawat ke kandang Carpi di Stadion Alberto Braglia, Senin (7/12/2015) dinihari WIB, Milan cuma membawa pulang satu poin. Meski tampil dominan, Milan mampu diredam oleh tuan rumah dan skor 0-0 menjadi hasil akhir pertandingan.

Dalam pertandingan tersebut, Milan sempat mengalami kesulitan hingga memasuki pertengahan babak pertama. Namun permainan Riccardo Montolivo dkk. kemudian membaik seiring berjalannya laga.

Milan makin dominan dan memegang kendali permainan di babak kedua. Tapi hingga wasit meniup peluit panjang, Rossoneri tak mampu mencetak gol.

Dalam catatan ESPN FC, Milan mendominasi laga dengan persentase penguasaan bola sebesar 60%. Sepanjang laga, mereka tercatat melepaskan 20 tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Milan juga memaksa kiper Carpi, Vid Belec, bekerja keras dengan melakukan tujuh penyelamatan.

Melihat performa timnya, Mihajlovic menilai Milan lebih pantas diganjar kemenangan. Dia pun menilai Milan telah membuang dua poin.

"Kami bisa saja lebih baik di babak pertama, tapi setelah jeda kami membaik dan pantas untuk menang," ujar Mihajlovic kepada Mediaset Premium seperti dikutip Football Italia.

"Kami mencetak begitu banyak peluang. Carpi bertahan dengan baik, kami butuh kreativitas dan sedikit keberuntungan. Kami harusnya juga lebih bersungguh-sungguh di depan gawang. Ini adalah pertandingan di mana Anda harus mendobrak."

"Kami mencoba segala cara kami bisa kami pikirkan, tapi seharusnya lebih akurat. Pada akhirnya kami membuang dua poin. Ini sangat disayangkan," lanjut Mihajlovic.

"Saya ulangi kami mencoba sampai akhir dan pantas untuk menang, untuk apa yang kami lakukan di babak kedua," katanya menegaskan.

Hasil imbang melawan Carpi membuat Milan turun ke posisi kedelapan klasemen dengan 24 poin dari 15 pertandingan. Milan kini berjarak tiga angka dari zona Eropa dan tertinggal sembilan poin dari Inter Milan yang memuncaki klasemen.



Milan - AC Milan mesti bekerja lebih keras untuk melakoni laga babak keempat melawan klub Serie B, Crotone. Di San Siro, Rabu (2/12) dinihari WIB, Milan akhirnya memenangi laga dengan skor akhir 3-1.

Crotone berhasil membuat frustrasi Rossoneri setelah mengimbangi tanpa gol di sepanjang 45 menit pertama. Di awal babak kedua, tim tuan rumah memecah kebuntuan melalui Luiz Adriano sebelum Crotone menciptakan gol balasan lewat Ante Budimir guna menyamakan skor 1-1 yang bertahan sampai waktu normal berakhir.

Kemenangan Milan ditentukan lewat babak 2x15 menit di mana mereka berhasil melahirkan dua gol dari para pemain pengganti: Giacomo Bonaventura dan M'Baye Niang.

Crotone mengambil insiatif serangan lewat sepakan Giuseppe Torromino dan Raffaele Palladino menguji kiper veteran Christian Abbiati di menit ke-20 dan 26.

Milan membalas dengan menciptakan peluang berbahaya di menit ke-39. Antonio Nocerino melepaskan tembakan yang memaksa kiper Crotone Alex Cordaz melakukan penyelamatan penting.

Di babak kedua, gol yang ditunggu-tunggu Milan akhirnya terlahir dua menit setelah kickoff. Setelah menerima operan, Luiz Adriano menusuk ke sisi kanan kotak penalti melewati sergapan kiper Alex Cordaz sebelum melepaskan tembakan mendatar kaki kanan ke gawang yang kosong. Milan memimpin 1-0.

Hanya sekitar 20 menit berselang, Crotone berhasil mencetak gol balasan. Ante Budimir melewati penjagaan Cristian Zapata dan melakukan tendangan ke tiang jauh yang tidak mampu dijangkau kiper veteran Christian Abbiati. Skor kini 1-1.

Serangan-serangan Milan lebih banyak diakhiri dengan tembakan dari luar kotak penalti yang kurang efektif. Sedangkan Crotone justru menggalang serangan berbahaya ketika umpan silang Budimir disambut Adrian Stoian dengan sundulan yang melayang tipis dari gawang Milan.

Di sisa waktu, kedua tim gagal menciptakan gol tambahan sehingga pertandingan berlanjut ke extra time. 

Milan sekali lagi berada di depan setelah Giacomo Bonaventura mencetak gol di menit ke-105. Pada situasi tendangan bebas di daerah D, Bonaventura melepaskan tendangan kaki kanan yang mengecoh Cordaz.

Tim tuan rumah memastikan kemenangannya 10 menit kemudian. Pergerakan apik Riccardo Montolivo diakhiri Niang dengan sepakan ke tengah gawang Crotone untuk mengubah skor menjadi 3-1

Monday, 1 December 2014
Aksi 2 Putra Maldini Sukses Curi Perhatian di Italia

Klan Maldini di klub AC Milan sepertinya akan segera hadir kembali di sepakbola Italia. Dua putra Paolo Maldini kini telah tumbuh menjadi talenta-talenta belia yang akan melanjutkan nama besar leluhurnya.

Ya, pada Sabtu 29 November 2014 waktu setempat, publik Italia khususnya tifosi Rossoneri dibuat bahagia dengan aksi dua putra Paolo Maldini, Christian Maldini dan Daniel Maldini. Keduanya mencetak gol di hari yang sama.

"Maldini Day" atau Hari Maldini menjadi tajuk hangat media-media Italia menyusul aksi duo klan Maldini itu. Dua cucu Cesare Maldini ini mencetak gol untuk timnya masing-masing.

Dilansir Football Italia, Christian yang kini telah berusia 18 tahun telah membuat langkah besar di tim primavera. Ia mencetak gol ke gawang Perugia saat pertama kali memperkuat tim primavera Milan. 

Aksi gemilang Christian ini diikuti oleh sang adik, Daniel. Belia yang bulan lalu baru genap berusia 13 tahun ini mencetak gol saat Giovanissimi menekuk Lumezzane dengan skor 3-0 di tempat latihan Milan.

Melihat aksi dua pemain belia ini, tentu fans Milan akan teringat sosok Paolo dan Cesare Maldini. Mungkinkah Christian dan Daniel akan mengikuti jejak sang ayah dan kakeknya menjadi kapten Milan?
Wednesday, 26 November 2014

Jumlah Trophy Yang Di raih Oleh Ac Milan :


- 18 Scudetto:
(1901, 1906, 1907, 1951, 1955, 1957, 1959, 1962, 1968, 1979, 1988, 1992, 1993, 1994, 1996, 1999, 2004, 2011)

- 5 Coppa Italia
1967 : Milan – Padova 1-0
1972 : Milan – Napoli 2-0
1973 : Milan – Juventus 1-1 (6-3 adu Penalty)
1977 : Mila – Inter 2-0
2003 : Milan – Roma 2-2 Leg II (4-1)

- 6 Super Italia
1989 : Milan – Sampdoria 3-1
1992 : Milan – Parma 2-1
1993 : Milan – Trino 1-0
1994 : Milan – Sampdoria 1-1 (5-4 adu penalty)
2004 : Milan – Lazio 3-0
2011 : Milan - Inter 2-1

- 7 Piala Champions
1962–63 : Milan – Benfica 2-1
1968–69 : Milan – Ajax 4-1
1988–89 : Milan – Steaua Buchuresti 4-0
1989–90 : Milan – Benfica 1 – 0
1993–94 : Milan – Barcelona 4 - 0
2002–03 : Milan – Juventus 0 - 0 (3 - 2 adu penalty)
2006–07 : Milan – Liverpool 2 – 1

- 2 Piala Winners
1968 : Milan - Amburgo 2 – 0
1973 : Milan - Leeds United 1 – 0

- 3 Piala Intercontinental
1969 : Milan – Estudiantes 3 – 0
1989 : Milan – National Medellin 1 – 0
1990 : Milan – Olimpia Asuncion 3 – 0

- 5 Piala Super Eropa
1989 : Milan – Barcelona 1 – 0 | 1 – 1
1990 : Milan – Sampdoria 2 – 0 | 1 – 1
1995 : Milan – Arsenal 2 – 0 | 0 – 0
2003 : Milan – Porto 1 – 0
2007 : Milan – Sevilla 3-1

- 1 Kejuaraan Antar Klub
2007 : Milan – Boca Juniors 4 – 2

Dan AC.MILAN berhak memiliki Budged "Il Club Piu Titolato Al Mondo"..
Artinya "Klub Tersukses Di Dunia", dengan perolehan gelar internasional terbanyak.

Dan dengan dengan izin FIFA, AC Milan selalu memakai Badge ini, Dan hanya AC Milan yang mengenakan Badge tersebut

★Il Club Piu' Titolato Al Mondo★


Tuesday, 23 September 2014


Empoli - AC Milan tampil cukup bagus pada awal Liga Italia musim ini di bawah asuhan Filippo Inzaghi. Super Pippo dinilai memang bisa membuat Rossoneri menjadi berbeda.

Milan memetik dua kemenangan di pertandingan awal Serie A, saat berhadapan dengan Lazio dan Parma. Mereka pun sempat menduduki posisi capolista dengan dua kemenangan itu.

Tapi, laju apik Milan itu terhenti saat bertemu Juventus di lanjutan Liga Italia akhir pekan lalu, Mereka kalah tipis dengan skor 0-1. Gol La Vecchia Signora itu dilesakkan oleh Carlos Tevez.

Milan akan melawat ke markas Napoli, Rabu (24/9/2014) dinihari WIB. Menatap pertandingan di Stadio Carlo Castelani itu, pelatih Azzurri, Maurizio Sarri, melontarkan pujian untuk Inzaghi.

Sarri menyebut bahwa dirinya melihat Milan yang berbeda sejak ditangani oleh Inzaghi.

"Kami akan berhadapan dengan tim yang bermain dengan kerendahan hati saat ini," kata Sarri di Football Italia.

"Tahun ini saya melihat sikap yang berbeda (di Milan). Sebuah tim yang mau bersusah payah, tapi di saat bersamaan merupakan klub yang kuat," imbuhnya.

Empoli - Milan sempat tertinggal dua gol dari Empoli, sebelum kemudian bangkit dan menyamakan skor. Keunggulan jumlah pemain gagal dimanfaatkan Rossoneri, di mana Empoli bermain dengan 10 orang di beberapa menit terakhir.

Bertandang ke Stadio Carlo Castellani, Rabu (24/9/2014) dinihari WIB, Milan mendapatkan tekanan di awal-awal pertandingan. Saat pertandingan menginjak menit ke-13, mereka kebobolan lewat Lorenzo Tonelli.

Tak berhenti di sana, Milan kembali kemasukan di menit ke-21. Koordinasi buruk di lini belakang membuat Manuel Pucciarelli tak sulit membobol gawang Christian Abbiati.

Milan kemudian mendapatkan momentum dua menit jelang babak pertama usai. Fernando Torres yang untuk pertama kalinya turun sebagai starter, mencetak gol dengan sundulan memanfaatkan umpan lambung Ignazio Abate. Pada prosesnya di menit ke-57, Keisuke Honda mencetak gol penyama kedudukan.

Milan punya sedikit kesempatan untuk berbalik menang saat Empoli harus bermain dengan 10 pemain di menit ke-86, menyusul dikartumerahnya Mirko Valdifiori. Namun anak asuh Filippo Inzaghi tak berhasil menyarangkan gol lain.

Hasil imbang ini sementara mengangkat Milan ke posisi tiga klasemen sementara Serie A dengan nilai tujuh dari empat laga, unggul selisih gol dari Hellas Verona yang baru akan bermain pada Kamis (25/9) dinihari WIB. Diavolo Rosso berjarak dua angka dari Roma dan Juve yang juga belum bermain.

Sementara Empoli naik dua peringkat ke tangga 17 dengan nilai dua dari empat pertandingan, menggusur Sassuolo dan Cagliari

Jalannya Pertandingan

Milan lebih dahulu mendapatkan ancaman di menit ke-9. Mario Rui melakukan percobaan dari jarak jauh, namun masih melenceng ke kanan gawang.

Empat menit berselang, gawang Christian Abbiati bergetar. Dari sepak pojok, Mirko Valdifiori mengirimkan umpan lambung yang disambut sundulan Lorenzo Tonelli. Tonelli yang berdiri bebas tak kesulitan mencocor bola ke gawang.

Hanya berjarak semenit, Abbiati sudah harus melakukan aksi penyelamatan. Umpan silang Rui diteruskan Manuel Pucciarelli di dalam kotak penalti. Abbiati dalam posisi siap menepis.

Bahaya datang lagi di menit ke-19. Matias Vecino berlari tanpa kawalan ketat dan mendapatkan umpan dari Francesco Tavano di jantung pertahanan Milan. Namun sepakannya mampu ditahan Abbiati.

Terus menerus ditekan, Milan pun kebobolan lagi dua menit berselang. Umpan tendangan bebas Tavano berhasil diselesaikan Pucciarelli yang memanfaatkan kelengahan Daniele Bonera.

Gol ketiga nyaris bersarang di gawang Milan pada menit ke-31. Umpan silang Vincent Laurini ditanduk Simone Verdi ke arah gawang. Beruntung bagi Milan bola hanya melayang tipis di atas mistar

Milan mulai beranjak merespons memasuki menit ke-39. Diawali percobaan Giacomo Bonaventura dari luar kotak penalti yang masih mampu diselamatkan Luigi Sepe. Berikutnya giliran Fernando Torres menebar bahaya, juga digagalkan kiper.

Torres pada prosesnya menjebol gawang Empoli dua menit sebelum waktu normal babak pertama usai. Umpan silang Ignazio Abate disundul Torres dan melambung masuk ke pojok kiri atas gawang. Babak pertama pun usai.

Baru semenit babak kedua berjalan, Milan langsung tertekan. Pucciarelli memberikan umpan ke Verdi yang lantas melepaskan tembakan tak jauh dari kotak penalti. Diamankan oleh Abbiati.

Milan merespons di menit ke-57, yang berbuah gol. Di sisi kanan, Abate memberikan umpan ke Keisuke Honda. Setelah melakukan gerakan memotong ke tengah, pemain internasional Jepang itu melepaskan tendangan mendatar ke pojok kanan bawah. Bola bergulir masuk ke gawang sementara Sepe tak sempat bereaksi.

Lima menit kemudian, Milan nyaris membalikkan keadaan. Torres beraksi melewati tiga pemain dari sisi kiri memasuki kotak penalti, bola kemudian disodorkan ke Menez. Tapi sial bagi Milan, tendangan Menez hanya membentur mistar gawang.

Di menit ke-63, Abate memainkan umpan terobosan kepada Torres yang merangsek ke sisi kanan di dalam kotak penalti. Berdiri cukup bebas, tembakan Torres dari sudut sempit masih melenceng ke kiri gawang.

Empoli sempat mengancam melalui tendangan jarak jauh Massimo Maccarone pada menit ke-77, tapi tak membuahkan hasil. Tendangannya terbaca dengan baik oleh Abbiati

Sementara itu, Honda nyaris mencetak gol keduanya di laga ini pada menit ke-80. Dari tendangan bebas tak jauh dari kotak penalti, bola sepakan Honda berhasil melewati pagar pemain, tapi masih melenceng sedikit ke kanan.

Menginjak menit ke-87, Empoli harus bermain dengan 10 orang karena Valdifiori mendapatkan kartu kuning kedua. Namun Milan gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan tak mampu mencetak gol tambahan.

Susunan pemain:

Empoli: Sepe; Laurini (Hysaj 69'), Tonelli, Rugani, Mario Rui; Vecino, Valdifiori, Croce; Verdi; Tavano (Maccarone 64'), Pucciarelli (Zielinski 76')

Milan: Abbiati; Abate, Bonera, Zapata, De Sciglio; Van Ginkel (Bonaventura 31'), De Jong, Muntari (Poli 46'); Honda, Torres (Pazzini 81'), Menez

Friday, 19 September 2014

Belum juga dimulai Liga Italia, gengsi dua tim kuat Italia, Juventus dan AC Milan sudah mulai menjadi perbincangan media-media Italia. Sudah bukan rahasia lagi laga kedua tim ini selalu menghadirkan ketegangan dan permainan yang keras.

Kendati di musim kemarin AC Milan bermain dengan buruk dan hanya berhasil menempati peringkat tujuh klasemen akhir, bukan berarti mereka tak menyulitkan jawara Liga Italia, Juventus. Dilansir dari situs resmi mereka, mantan Pelatih Juventus, Antonio Conte yang minggu kemarin menyatakan mundur mengatakan bahwa AC Millan merupakan tim yang selalu diwaspadainya.

“AC Milan memiliki sejarah yang besar dan sampai saat ini merekalah satu-satunya klub Italia yang mampu meraih perolehan Liga Champion terbanyak. Saya selalu mengatakan kepada tim bahwa jangan pernah menganggap tim yang memiliki tradisi juara. Selemah apapun mereka, mereka pasti memiliki semangat juang yang tinggi untuk meraih kemenangan,” ujar Conte.

Setelah jadwal Liga Italia dirilis, media-media Italia langsung tertuju pada laga di pekan ketiga. Laga ini akan mempertemukan AC Milan dengan Juventus yang akan dihelat di San Siro. Selain diprediksi akan menjadi laga yang ketat, laga ini juga sangat emosional bagi kedua tim.

Pertama, laga kedua tim akan menjadi laga pertama pelatih baru Juventus, Max Allegri, bersua dengan mantan klub yang pernah dibesutnya selama 3,5 tahun.
Allegri yang sukses mengantarkan AC Milan menjadi jawara Liga Italia di musim pertamanya, harus menerima kenyataan pahit pada musim kemarin. Mantan pelatih Cagliari ini dipecat lantaran gagal mengangkat performa tim. Setelah hanya meraih beberapa hasil buruk, bahkan AC Milan sempat merasakan posisi di papan bawah.

Kedua, laga ini juga akan menjadi laga pertama mantan pemain Juventus, Pipo Inzaghi, yang kini dipercaya menjadi pelatih AC Milan. Inzaghi yang pernah menjadi tandem terbaik Juventus bersama Del Piero berhasil meraih beberapa gelar semasa dia masih membela tim putih hitam tersebut

Walaupun pada akhirnya duet maut dua bintang timnas Italia ini harus terpisah lantaran Juventus harus rela melepaskan Inzaghi ke AC Milan yang neraca keuangannya saat itu sedang tak stabil.

Ketiga, laga ini akan menjadi laga pertama Andrea Pirlo bersua AC Milan dengan pelatih yang pernah menyingkirkannya di skuad utama AC Milan yang akhirnya membuat pemain berjuluk Il Metronome ini hijrah ke seteru abadi AC Milan, Juventus.

Apakah Allegri mampu menuntaskan dendamnya setelah dibuang AC Milan? Atau juga laga ini akan memberikan kado manis bagi Inzaghi di musim pertamanya menjadi pelatih AC Milan? Patut kita saksikan laga kedua tim ini, mengingat sejarah kedua tim ini yang silih berganti menjadi penguasa di Liga Italia.

Dua raksasa Italia akan saling berhadapan di San Siro. Siapa bakal meraih tiga angka?

Serie A Italia baru berjalan dua laga,tapi sudah ada bigmatch yang berlangsung di giornata ketiga.Milan akan menjamu Juventus di San Siro akhir pekan ini.

Sebagai juara bertahan, Juventus mungkin lebih difavoritkan meraih tiga angka penuh. Namun Milan bukan tim semenjana yang mudah ditaklukkan di kandang sendiri.Indikasi Milan sulit ditaklukkan juga sudah terlihat di dua laga perdana Serie A musim ini.Menjamu Lazio dan bertandang ke stadion milik Parma, Milan bisa membukukan kemenangan 3-1 dan 5-4.

Hanya masalahnya, Milan akan kehilangan sejumlah pemain andalan mereka. Kiper Diego Lopez dipastikan absen lantaran cedera,sementara Daniele Bonera bermasalah denga skorsing.Tapi absennya pemain tersebut juga memunculkan peluang untuk pemain andal lainnya tampil, seperti Christian Abbiati di bawah mistar gawang dan Adil Rami mendampingi Alex di jantung pertahanan.Fernando Torres mungkin bisa diturunkan di laga ini.

Bagaimana dengan Juventus?
Massimiliano Allegri akan bisa menurunkan komposisi terbaiknya di
laga ini.Itu berarti akan ada detil kecil yang akan menentukan bagaimana hasil akhir laga di San Siro akhir pekan ini.

Prakiraan Susunan Pemain:
AC Milan: Abbiati, De Sciglio, Rami,Alex, Abate, Muntari, Poli, De Jong,Honda, Menez, Bonaventura

Juventus: Buffon, Caceres, Bonucci,Chiellini, Evra, Lichtsteiner,Asamoah, Pogba, Marchisio, Tevez,Llorente

Pertemuan Komit eksekutif UEFA di Nyon telah menghasilkan beberapa
keputusan. UEFA telah menentukan venue pertandingan-pertandingan penting di level klub untuk musim depan.

Yang pertama, UEFA memilih stadion San Siro Milan menggelar laga final Liga Champions 2016.

Stadion ikonik ini merupakan markas bagi AC Milan dan Inter
Milan . San Siro memiliki kapasitas mencapai sekitar 80 ribu tempat duduk. Sebelumnya San Siro sudah pernah menjadi saksi final Liga Champions pada edisi tahun 1965, 1970 dan 2001.

Sementara itu, stadion yang terpilih untuk menjadi venue final Liga Europa 2016 adalah St Jakob Park milik FC Basel . Laga itu akan menjadi yang pertama kalinya final Liga Europa digelar di Swiss.

Yang terakhir, UEFA juga menentukan venue final untuk ajang Piala Super Eropa 2016.Stadion yang terpilih adalah Lerkendal Stadion yang menjadi markas bagi klub besar Norwegia Rosenborg

Di Kandang Sendiri Wajib Tampil Nihh ,,

Gelandang Nigel De Jong mengungkapkan bahwa dirinya akan segera mengadakan pembicaraan dengan kubu AC Milan untuk membahas kontrak baru. Pertemuan ini rencananya akan digelar pekan depan menunggu kedatangan dari agen De Jong.

De Jong sendiri bergabung bersama Rossoneri setelah ditransfer dari Manchester City pada tahun 2012 lalu. Kontrak pemain asal Belanda itu di San Siro akan habis di akhir musim ini.

Meskipun begitu, De Jong masih merasa bahagia bermain bersama Milan dan sampai sejauh ini masih belum menemukan alasan yang tepat untuk mencari klub baru.

"Saya bahagia di sini karena Milan adalah tim hebat," ucap De Jong kepada Tuttosport .
"Kami akan membahas perpanjangan kontrak pekan depan setelah agen saya datang."


Difensore AC Milan ,Cristian Zapata mengungkapkan optimisme untuk bisa meraih tiga poin saat timnya menjamu juara bertahan Serie A, Juventus. Laga grande partita tersebut akan dihelat di kandang Rossoneri , San Siro akhir pekan ini (21/09).

Pemain asal Kolombia ini mengharapkan dukungan penuh dari publik San Siro sebagai tambahan kekuatan untuk menggulung Bianconeri. Zapata optimis Milan mampu meneruskan tren positif di awal musim dengan kembali meraih kemenangan di giornata ketiga.

"Melawan Juve, kami punya keinginan untuk melakukan yang terbaik demi meraih kemenangan. Saat ini kami berada di posisi teratas klasemen bersama mereka, tentu kondisi ini menjadi motivasi ekstra," papar pemain 27 tahun ini.

"Semoga seluruh tifosi memenuhi stadion dan kami bisa mengalahkan Juve. Musim baru saja dimulai dan kami harus bertahan pada jalur yang tepat.

Laga itu akan berjalan sulit,namun kami akan berusaha sekuat tenaga untuk memberikan segalanya demi kemenangan."

Saat ini kedua tim tersebut sama-sama berada di puncak klasemen dengan koleksi enam angka,namun Milan berada di posisi teratas karena unggul produktivitas gol. 

Pemain milik Liverpool ,
Suso, dikabarkan sudah mencapai
kata sepakat dengan AC Milan
untuk membela raksasa Italia itu
usai kontraknya berakhir dengan
The Reds.

Suso, yang masih baru berusia 20
tahun, sudah menarik minat
Rossoneri semenjak bursa transfer
musim panas lalu. Hingga saat ini
ia belum sekalipun diturunkan di
tim utama oleh Brendan Rodgers,
hingga dikabarkan tertarik untuk
melanjutkan karir di klub lain.

"Suso sudha mencapai kata
sepakat dengan AC Milan. Ia akan
mengikat kontrak selama empat
tahun dengan gaji yang mencapai
1,5 juta euro per tahun," tulis
Gianluca di Marzo, salah satu
jurnalis terkemuka di Italia, di
halaman resmi miliknya.

"Namun demikian, masih belum
diketahui apakah Liverpool akan
membiarkannya pergi ke Italia di
bulan Januari dengan kompensasi
sejumlah uang atau ia akan
bergabung dengan Rossoneri
dengan gratis di bulan Juni
mendatang."

Kontrak Suso bersama Liverpool
akan berakhir di musim panas
2015.