Pemegang Hak Siar Liga Italia Musim 2014/2015 di Indonesia 

TV Mana yang menyiarkan Liga Italia ? itulah yang menjadi pertanyaan bagi penikmat Liga Serie A terutama para Fans tim-tim Italia.Kabarnya ada stasiun TV Indonesia berbasis FTA (Bukan Pay TV) yang bakalan menyiarkan Liga Itali. 

Jika musim kemarin, Serie A dipegang oleh TVRI yang terpaksa dihentikan akibat masalah finansial dan kisruh kepengurusan TVRI. Kemudian Indosiar melanjutkan pada bulan Februari hingga akhir musim, namun hanya dikhususkan untuk laga Inter Milan karena Indosiar hanya membeli hak siar dari Erick Thohir. 

Saat ini Liga Italia dipegang oleh MNC Group hanya saja tidak semua saluran TV yang tergabung di MNC Grup seperti Global TV, MNC dan RCTI melainkan hanya MNC TV saja karena dua Saluran MNC Grup lain yaitu,RCTI dan Global TV yang menyiarkan La Liga Spanyol. Untuk satelit lain yakni Bein 1 Sport HK dan HTV Group juga akan menyiarkan Liga Italia. 

Sumber: bola.garudasia.com

RALAT: 
Kini, dengan kepastian Kompas TV menyiarkan tayangan langsung Seri A secara utuh, tentu membuat antusiasme tersendiri. Itu diungkapkan Sporst Executive Producers Kompas TV, Fajar Syahbana, kepada saya, 

"Dua laga itu akan mengisi tayangan eksklusif kami pada pekan pembuka Seri A. Selain itu, kami juga memiliki hak siar Bundesliga Jerman, Barca TV, Chelsea TV, dan Liverpool TV."
 Nah, dengan banyaknya tayangan olahraga, khususnya sepak bola yang disiarkan televisi milik Kompas Gramedia Group itu tentu menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah mereka memang serius bersaing dengan beberapa stasiun tv lainnya yang menayangkan sepak bola Eropa. Sebelumnya ada RCTI dengan La Liga Spanyol, SCTV (Liga Champions dan Liga Europa), dan Indosiar (Liga Primer Inggris).

Maklum, sebelumnya, Kompas TV lebih dikenal sebagai televisi yang mengutamakan tayangan edukatif nan mendidik. Mereka juga tidak latah dengan menyiarkan sinetron alay dan lawakan humor yang terkadang melecehkan. Itu sesuai dengan slogan resmi mereka, yaitu "Inspirasi Indonesia". Menurut Fajar, salah satu alasan Kompas TV menayangkan Seri A demi memperkuat brand olahraga bersama siaran Bundesliga Jerman, Barca TV, Chelsea TV, dan Liverpool TV. 

"Seri A salah satu kompetisi bergengsi dan terbaik di dunia. Itu yang menjadi alasan kami untuk mengambilnya. Apalagi, di Indonesia banyak berdiri komunitas dari klub Italia dengan jumlah anggota yang besar," tutur Fajar melalui sambungan telepon. Di sisi lain, mantan Direktur Program Berita TVRI, Irwan Hendarmin pernah mengungkapkan alasan pihaknya tidak melanjutkan tayangan Seri A meski masih memiliki kontrak. 

"Berhentinya TVRI menyiarkan Seri A sangat disayangkan. Sebab, dalam satu setengah musim terakhir Seri A selalu menempati rating teratas. Hanya, oleh DPR, program itu ingin dihentikan karena dinilai tidak memberikan edukasi kepada masyarakat. Padahal, untuk maju, sepak bola kita justru bisa belajar dari Italia," kata Hendarmin saat saya hubungi pada 24 Desember lalu. Terlepas dari pro dan kontra itu, sebagai sebuah perusahaan, tentu dalam melakukan sesuatu ingin mendatangkan profit, yaitu dari sponsor dan iklan. 

Termasuk juga dengan Kompas TV yang kini mulai digemari masyarakat di Indonesia, khususnya di beberapa kota besar yang daerahnya terjangkau. Itu seperti yang diungkapkan Direktur Utama Kompas TV, Bimo Setyawan yang saya kutip dari Kontan.co.id,
 "Tidak sekadar menutupi ongkos membeli hak siar namun target pendapatan kami mencapai 25%-30% dari biaya pembelian hak siar yang kami keluarkan." Yang pasti, untuk penggemar sepak bola Italia, kepastian Kompas TV menayangkan Seri A musim 2014/15 ini sangat diapresiasi. 

Sebab, dengan begitu, kita dapat melihat aksi pemain papan atas dunia secara gratis. Tidak perlu mengeluarkan kocek untuk mengikuti nobar di kafe dan langganan tv kabel, Atau menggerutu saat menyaksikan pertandingan secara streaming yang kerap terputus akibat lambatnya jaringan internet di Indonesia. 

Alhasil, kini kita cukup menyediakan segelas kopi pahit atau teh dan sebungkus kacang untuk melihat aksi meliuk-liuk dari striker Roma, Francesco Totti. Atau, ikut deg-degan di depan layar kaca saat gelandang Juventus, Andrea Pirlo bersiap mengeksekusi tendangan bebas. 

Artikel Terkait: