Tuesday, 23 September 2014


Empoli - AC Milan tampil cukup bagus pada awal Liga Italia musim ini di bawah asuhan Filippo Inzaghi. Super Pippo dinilai memang bisa membuat Rossoneri menjadi berbeda.

Milan memetik dua kemenangan di pertandingan awal Serie A, saat berhadapan dengan Lazio dan Parma. Mereka pun sempat menduduki posisi capolista dengan dua kemenangan itu.

Tapi, laju apik Milan itu terhenti saat bertemu Juventus di lanjutan Liga Italia akhir pekan lalu, Mereka kalah tipis dengan skor 0-1. Gol La Vecchia Signora itu dilesakkan oleh Carlos Tevez.

Milan akan melawat ke markas Napoli, Rabu (24/9/2014) dinihari WIB. Menatap pertandingan di Stadio Carlo Castelani itu, pelatih Azzurri, Maurizio Sarri, melontarkan pujian untuk Inzaghi.

Sarri menyebut bahwa dirinya melihat Milan yang berbeda sejak ditangani oleh Inzaghi.

"Kami akan berhadapan dengan tim yang bermain dengan kerendahan hati saat ini," kata Sarri di Football Italia.

"Tahun ini saya melihat sikap yang berbeda (di Milan). Sebuah tim yang mau bersusah payah, tapi di saat bersamaan merupakan klub yang kuat," imbuhnya.

Empoli - Milan sempat tertinggal dua gol dari Empoli, sebelum kemudian bangkit dan menyamakan skor. Keunggulan jumlah pemain gagal dimanfaatkan Rossoneri, di mana Empoli bermain dengan 10 orang di beberapa menit terakhir.

Bertandang ke Stadio Carlo Castellani, Rabu (24/9/2014) dinihari WIB, Milan mendapatkan tekanan di awal-awal pertandingan. Saat pertandingan menginjak menit ke-13, mereka kebobolan lewat Lorenzo Tonelli.

Tak berhenti di sana, Milan kembali kemasukan di menit ke-21. Koordinasi buruk di lini belakang membuat Manuel Pucciarelli tak sulit membobol gawang Christian Abbiati.

Milan kemudian mendapatkan momentum dua menit jelang babak pertama usai. Fernando Torres yang untuk pertama kalinya turun sebagai starter, mencetak gol dengan sundulan memanfaatkan umpan lambung Ignazio Abate. Pada prosesnya di menit ke-57, Keisuke Honda mencetak gol penyama kedudukan.

Milan punya sedikit kesempatan untuk berbalik menang saat Empoli harus bermain dengan 10 pemain di menit ke-86, menyusul dikartumerahnya Mirko Valdifiori. Namun anak asuh Filippo Inzaghi tak berhasil menyarangkan gol lain.

Hasil imbang ini sementara mengangkat Milan ke posisi tiga klasemen sementara Serie A dengan nilai tujuh dari empat laga, unggul selisih gol dari Hellas Verona yang baru akan bermain pada Kamis (25/9) dinihari WIB. Diavolo Rosso berjarak dua angka dari Roma dan Juve yang juga belum bermain.

Sementara Empoli naik dua peringkat ke tangga 17 dengan nilai dua dari empat pertandingan, menggusur Sassuolo dan Cagliari

Jalannya Pertandingan

Milan lebih dahulu mendapatkan ancaman di menit ke-9. Mario Rui melakukan percobaan dari jarak jauh, namun masih melenceng ke kanan gawang.

Empat menit berselang, gawang Christian Abbiati bergetar. Dari sepak pojok, Mirko Valdifiori mengirimkan umpan lambung yang disambut sundulan Lorenzo Tonelli. Tonelli yang berdiri bebas tak kesulitan mencocor bola ke gawang.

Hanya berjarak semenit, Abbiati sudah harus melakukan aksi penyelamatan. Umpan silang Rui diteruskan Manuel Pucciarelli di dalam kotak penalti. Abbiati dalam posisi siap menepis.

Bahaya datang lagi di menit ke-19. Matias Vecino berlari tanpa kawalan ketat dan mendapatkan umpan dari Francesco Tavano di jantung pertahanan Milan. Namun sepakannya mampu ditahan Abbiati.

Terus menerus ditekan, Milan pun kebobolan lagi dua menit berselang. Umpan tendangan bebas Tavano berhasil diselesaikan Pucciarelli yang memanfaatkan kelengahan Daniele Bonera.

Gol ketiga nyaris bersarang di gawang Milan pada menit ke-31. Umpan silang Vincent Laurini ditanduk Simone Verdi ke arah gawang. Beruntung bagi Milan bola hanya melayang tipis di atas mistar

Milan mulai beranjak merespons memasuki menit ke-39. Diawali percobaan Giacomo Bonaventura dari luar kotak penalti yang masih mampu diselamatkan Luigi Sepe. Berikutnya giliran Fernando Torres menebar bahaya, juga digagalkan kiper.

Torres pada prosesnya menjebol gawang Empoli dua menit sebelum waktu normal babak pertama usai. Umpan silang Ignazio Abate disundul Torres dan melambung masuk ke pojok kiri atas gawang. Babak pertama pun usai.

Baru semenit babak kedua berjalan, Milan langsung tertekan. Pucciarelli memberikan umpan ke Verdi yang lantas melepaskan tembakan tak jauh dari kotak penalti. Diamankan oleh Abbiati.

Milan merespons di menit ke-57, yang berbuah gol. Di sisi kanan, Abate memberikan umpan ke Keisuke Honda. Setelah melakukan gerakan memotong ke tengah, pemain internasional Jepang itu melepaskan tendangan mendatar ke pojok kanan bawah. Bola bergulir masuk ke gawang sementara Sepe tak sempat bereaksi.

Lima menit kemudian, Milan nyaris membalikkan keadaan. Torres beraksi melewati tiga pemain dari sisi kiri memasuki kotak penalti, bola kemudian disodorkan ke Menez. Tapi sial bagi Milan, tendangan Menez hanya membentur mistar gawang.

Di menit ke-63, Abate memainkan umpan terobosan kepada Torres yang merangsek ke sisi kanan di dalam kotak penalti. Berdiri cukup bebas, tembakan Torres dari sudut sempit masih melenceng ke kiri gawang.

Empoli sempat mengancam melalui tendangan jarak jauh Massimo Maccarone pada menit ke-77, tapi tak membuahkan hasil. Tendangannya terbaca dengan baik oleh Abbiati

Sementara itu, Honda nyaris mencetak gol keduanya di laga ini pada menit ke-80. Dari tendangan bebas tak jauh dari kotak penalti, bola sepakan Honda berhasil melewati pagar pemain, tapi masih melenceng sedikit ke kanan.

Menginjak menit ke-87, Empoli harus bermain dengan 10 orang karena Valdifiori mendapatkan kartu kuning kedua. Namun Milan gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan tak mampu mencetak gol tambahan.

Susunan pemain:

Empoli: Sepe; Laurini (Hysaj 69'), Tonelli, Rugani, Mario Rui; Vecino, Valdifiori, Croce; Verdi; Tavano (Maccarone 64'), Pucciarelli (Zielinski 76')

Milan: Abbiati; Abate, Bonera, Zapata, De Sciglio; Van Ginkel (Bonaventura 31'), De Jong, Muntari (Poli 46'); Honda, Torres (Pazzini 81'), Menez

Friday, 19 September 2014

Belum juga dimulai Liga Italia, gengsi dua tim kuat Italia, Juventus dan AC Milan sudah mulai menjadi perbincangan media-media Italia. Sudah bukan rahasia lagi laga kedua tim ini selalu menghadirkan ketegangan dan permainan yang keras.

Kendati di musim kemarin AC Milan bermain dengan buruk dan hanya berhasil menempati peringkat tujuh klasemen akhir, bukan berarti mereka tak menyulitkan jawara Liga Italia, Juventus. Dilansir dari situs resmi mereka, mantan Pelatih Juventus, Antonio Conte yang minggu kemarin menyatakan mundur mengatakan bahwa AC Millan merupakan tim yang selalu diwaspadainya.

“AC Milan memiliki sejarah yang besar dan sampai saat ini merekalah satu-satunya klub Italia yang mampu meraih perolehan Liga Champion terbanyak. Saya selalu mengatakan kepada tim bahwa jangan pernah menganggap tim yang memiliki tradisi juara. Selemah apapun mereka, mereka pasti memiliki semangat juang yang tinggi untuk meraih kemenangan,” ujar Conte.

Setelah jadwal Liga Italia dirilis, media-media Italia langsung tertuju pada laga di pekan ketiga. Laga ini akan mempertemukan AC Milan dengan Juventus yang akan dihelat di San Siro. Selain diprediksi akan menjadi laga yang ketat, laga ini juga sangat emosional bagi kedua tim.

Pertama, laga kedua tim akan menjadi laga pertama pelatih baru Juventus, Max Allegri, bersua dengan mantan klub yang pernah dibesutnya selama 3,5 tahun.
Allegri yang sukses mengantarkan AC Milan menjadi jawara Liga Italia di musim pertamanya, harus menerima kenyataan pahit pada musim kemarin. Mantan pelatih Cagliari ini dipecat lantaran gagal mengangkat performa tim. Setelah hanya meraih beberapa hasil buruk, bahkan AC Milan sempat merasakan posisi di papan bawah.

Kedua, laga ini juga akan menjadi laga pertama mantan pemain Juventus, Pipo Inzaghi, yang kini dipercaya menjadi pelatih AC Milan. Inzaghi yang pernah menjadi tandem terbaik Juventus bersama Del Piero berhasil meraih beberapa gelar semasa dia masih membela tim putih hitam tersebut

Walaupun pada akhirnya duet maut dua bintang timnas Italia ini harus terpisah lantaran Juventus harus rela melepaskan Inzaghi ke AC Milan yang neraca keuangannya saat itu sedang tak stabil.

Ketiga, laga ini akan menjadi laga pertama Andrea Pirlo bersua AC Milan dengan pelatih yang pernah menyingkirkannya di skuad utama AC Milan yang akhirnya membuat pemain berjuluk Il Metronome ini hijrah ke seteru abadi AC Milan, Juventus.

Apakah Allegri mampu menuntaskan dendamnya setelah dibuang AC Milan? Atau juga laga ini akan memberikan kado manis bagi Inzaghi di musim pertamanya menjadi pelatih AC Milan? Patut kita saksikan laga kedua tim ini, mengingat sejarah kedua tim ini yang silih berganti menjadi penguasa di Liga Italia.

Dua raksasa Italia akan saling berhadapan di San Siro. Siapa bakal meraih tiga angka?

Serie A Italia baru berjalan dua laga,tapi sudah ada bigmatch yang berlangsung di giornata ketiga.Milan akan menjamu Juventus di San Siro akhir pekan ini.

Sebagai juara bertahan, Juventus mungkin lebih difavoritkan meraih tiga angka penuh. Namun Milan bukan tim semenjana yang mudah ditaklukkan di kandang sendiri.Indikasi Milan sulit ditaklukkan juga sudah terlihat di dua laga perdana Serie A musim ini.Menjamu Lazio dan bertandang ke stadion milik Parma, Milan bisa membukukan kemenangan 3-1 dan 5-4.

Hanya masalahnya, Milan akan kehilangan sejumlah pemain andalan mereka. Kiper Diego Lopez dipastikan absen lantaran cedera,sementara Daniele Bonera bermasalah denga skorsing.Tapi absennya pemain tersebut juga memunculkan peluang untuk pemain andal lainnya tampil, seperti Christian Abbiati di bawah mistar gawang dan Adil Rami mendampingi Alex di jantung pertahanan.Fernando Torres mungkin bisa diturunkan di laga ini.

Bagaimana dengan Juventus?
Massimiliano Allegri akan bisa menurunkan komposisi terbaiknya di
laga ini.Itu berarti akan ada detil kecil yang akan menentukan bagaimana hasil akhir laga di San Siro akhir pekan ini.

Prakiraan Susunan Pemain:
AC Milan: Abbiati, De Sciglio, Rami,Alex, Abate, Muntari, Poli, De Jong,Honda, Menez, Bonaventura

Juventus: Buffon, Caceres, Bonucci,Chiellini, Evra, Lichtsteiner,Asamoah, Pogba, Marchisio, Tevez,Llorente

Pertemuan Komit eksekutif UEFA di Nyon telah menghasilkan beberapa
keputusan. UEFA telah menentukan venue pertandingan-pertandingan penting di level klub untuk musim depan.

Yang pertama, UEFA memilih stadion San Siro Milan menggelar laga final Liga Champions 2016.

Stadion ikonik ini merupakan markas bagi AC Milan dan Inter
Milan . San Siro memiliki kapasitas mencapai sekitar 80 ribu tempat duduk. Sebelumnya San Siro sudah pernah menjadi saksi final Liga Champions pada edisi tahun 1965, 1970 dan 2001.

Sementara itu, stadion yang terpilih untuk menjadi venue final Liga Europa 2016 adalah St Jakob Park milik FC Basel . Laga itu akan menjadi yang pertama kalinya final Liga Europa digelar di Swiss.

Yang terakhir, UEFA juga menentukan venue final untuk ajang Piala Super Eropa 2016.Stadion yang terpilih adalah Lerkendal Stadion yang menjadi markas bagi klub besar Norwegia Rosenborg

Di Kandang Sendiri Wajib Tampil Nihh ,,

Gelandang Nigel De Jong mengungkapkan bahwa dirinya akan segera mengadakan pembicaraan dengan kubu AC Milan untuk membahas kontrak baru. Pertemuan ini rencananya akan digelar pekan depan menunggu kedatangan dari agen De Jong.

De Jong sendiri bergabung bersama Rossoneri setelah ditransfer dari Manchester City pada tahun 2012 lalu. Kontrak pemain asal Belanda itu di San Siro akan habis di akhir musim ini.

Meskipun begitu, De Jong masih merasa bahagia bermain bersama Milan dan sampai sejauh ini masih belum menemukan alasan yang tepat untuk mencari klub baru.

"Saya bahagia di sini karena Milan adalah tim hebat," ucap De Jong kepada Tuttosport .
"Kami akan membahas perpanjangan kontrak pekan depan setelah agen saya datang."


Difensore AC Milan ,Cristian Zapata mengungkapkan optimisme untuk bisa meraih tiga poin saat timnya menjamu juara bertahan Serie A, Juventus. Laga grande partita tersebut akan dihelat di kandang Rossoneri , San Siro akhir pekan ini (21/09).

Pemain asal Kolombia ini mengharapkan dukungan penuh dari publik San Siro sebagai tambahan kekuatan untuk menggulung Bianconeri. Zapata optimis Milan mampu meneruskan tren positif di awal musim dengan kembali meraih kemenangan di giornata ketiga.

"Melawan Juve, kami punya keinginan untuk melakukan yang terbaik demi meraih kemenangan. Saat ini kami berada di posisi teratas klasemen bersama mereka, tentu kondisi ini menjadi motivasi ekstra," papar pemain 27 tahun ini.

"Semoga seluruh tifosi memenuhi stadion dan kami bisa mengalahkan Juve. Musim baru saja dimulai dan kami harus bertahan pada jalur yang tepat.

Laga itu akan berjalan sulit,namun kami akan berusaha sekuat tenaga untuk memberikan segalanya demi kemenangan."

Saat ini kedua tim tersebut sama-sama berada di puncak klasemen dengan koleksi enam angka,namun Milan berada di posisi teratas karena unggul produktivitas gol.