Tuesday, 9 September 2014

JKT48 - Déja vu 

Siapakah yang memanggilku
Mengapa bisa mengerti
Tuhan tak buat kebetulan sebagai alasan

Pertemuan pertama dengan kamu
Alasan yang bisa ku percaya
Hanya ingatanku dan milikku saja

Déja vu
Seperti pernah melihat
Mentari mendekat ke arah cinta
Di momen yang berikutnya menjadi seperti ini

Déja vu
Rasa sakit yang dirindu
Masa lalu kenyataan yang pudar
Masa depan yang sama terulang kembali
Ingin mencinta

Dahulu dicium di sini
Dan berpelukan di sini
Skenario yang lama ini
Jadi ingin ku buang

Manusia itu siapapun
Dapat menunjukkan permohonan
Prediksi itu tercermin di bola mata

Déja vu
Yang ada di depan mata
Akan terlupa dibawa sang waktu
Tapi dalam hati ada pemandangan tertinggal

Déja vu
Berkali-kali bermimpi
Perasaan sayang yang terus menunggu
Dari hari terakhir sampai kita jumpa
Teringat lagi

Sama seperti ingatanku ini
Akhirnya kau mengatakan itu
"Mengapa kau tak seperti pertama kali bertemu?"

Déja vu
Sepertinya pernah melihat
Mentari mendekat ke arah cinta
Di momen yang berikutnya menjadi seperti ini

Déja vu
Rasa sakit yang dirindu
Masa lalu kenyataan yang pudar
Masa depan yang sama terulang kembali
Ingin mencinta

JKT48 - Sonna Konna Wake de (Dengan Berbagai Macam Alasan)

Dengan berbagai macam alasan
Sedikit bantahan bertemu kembali
Tak suka tak boleh terikat dan jadi mencinta dengan begitu indah
Lelaki musim panas
Tangannya sangat cepat
Seaside love

Sangat luar biasa
Pasir pantai putih
Debaran yang hanya untuk sekali musim panas
Dengan percaya diriku
Tampil dengan baju
Baju renang mini ini
Senyum masa muda

Matahari
Sinar yang terus melimpah
Siapa pun juga tersinari
Atau pun menghilang cinta dihela Aku

Yang terbakar membara
Ombak kecil tempat dia sebenarnya bersama
Soalnya tetap di perkataan itu
Hanyalah kamuflase semata
Wanita musim panas
Emosi yang terpenting
Crazy love

Cinta yang hanyalah
Berlangsung sementara
Tidak boleh rasa ragu balik ke akal sehat
Terbakar matahari
Kulit yang menggelap
Bagaikan melapangkan hati
Dengan merasa risih

Percikan angin meski dinginkan kepala
Minyak yang dapat tak terhenti
Lupakan semua
Ayo bersenang-senang

Dengan berbagai macam alasan
Sedikit bantahan bertemu kembali
Tak suka tak boleh terikat dan jadi mencinta dengan begitu indah
Lelaki musim panas
Tangannya sangat cepat
Seaside love

Ku dipeluk
Cinta tak perlu alasan
Di sana di sini masih hijau
Buktikan sajalah petualangan ini

Yang terbakar membara
Ombak kecil tempat dia sebenarnya bersama
Soalnya tetap di perkataan itu
Hanyalah kamuflase semata
Wanita musim panas
Emosi yang terpenting
Lelaki musim panas
Tangannya sangat cepat
Seaside love

JKT48 - Takeuchi Senpai (Kakak Kelasku)

Dari ruang kelas (tick tack)
Memandang jendela
Menunggu mentari senja
Sendiri... diriku... (tick tack tick tack)
Kesebelasan bola
Bila sudah gelap
Menyelesaikan latihan
Akhirnya bertemu (tick tack tick tack love)

Teman dekat sekalipun tak mengetahui (just secret)
Yang sengaja berputar jauh
Kita berdua bersama
Pulang dari sekolah...

Love you...
Dirimu kakak kelasku (love me!) (hold me!)
Dua tahun di atasku
Dadaku berdebar-debar
Sambil terus bergandengan tangan

Love you...
Dirimu kakak kelasku (love me!) (hold me!)
Diriku menyukaimu (kiss me!)
Ekspresi yang malu-malu
Bagaikan lebih muda dariku
Terkenal di antara gadis di sekolah kita

Beberapa saat (tick tack)
Setelah Valentine
Ku berikan coklat sebagai tanda terima kasih (tick tack tick tack love)

Saat pergi ke universitas
Di Jakarta... (so sad)
Meskipun perginya masih lama
Nanti aku sendirian menjadi khawatir

Love you...
Dirimu kakak kelasku (love me!) (hold me!)
Kakak kelas milikku saja (kiss me!)
Di mimpi pun aku lihat hari yang membahagiakan ini

Love you...
Dirimu kakak kelasku (love me!) (hold me!)
Senior yang ku kagumi (kiss me!)
Berjalan pun di sampingmu
Inilah momen cinta pertama
Setelah kelulusan pun
Tidak akan terlupa

Love you...
Dirimu kakak kelasku (love me!) (hold me!)
Dua tahun di atasku
Dadaku berdebar-debar
Sambil terus bergandengan tangan

Love you...
Dirimu kakak kelasku (love me!) (hold me!)
Diriku menyukaimu (kiss me!)
Ekspresi yang malu-malu
Bagaikan lebih muda dariku
Terkenal di antara gadis di sekolah kita

JKT48 - Himawari (Bunga Matahari)

Bunga Matahari tertiup angin
Menghadap matahari bertubuh dan lengkap
Ke langit biru yang tiada berbatas
Kedua tanganku direntangkannya
Meskipun diterpa derasnya hujan
Tanpa menyeka air mata yang jatuh
Yuk kita awali balikkan kesedihan
Kepada cerahnya masa depan

Naiki motor tua
Menara sebagai petunjuk
Dekati musim panas
Ku ajak dirimu
Di tengah tanjakan landai
Di sana kan mulai terlihat
Kembang api warna kuning
Terbentang sangat luas

Aku tak akan bertanya apapun
Jika kamu hidup
Banyak hal yang terjadi
Hal yang tak kau suka dan kesulitan
Pada saat itu
Ku dari bukit ini
Memegang pada seseorang

Bunga Matahari dalam dirimu
Saat ini berkembang entah di mana
Jika kau punya impian yang kau tuju
Haruslah itu kau ingat kembali
Kaca dan meskipun terhelai awan
Tak pernah ada kata untuk menyerah
Sinar mentari yang engkau dambakan
Suatu saat sampai padamu

Duduk bersebelahan
Di atas pagar pembatas jalan
Lalu mentari senja
Membuat bayangan
Kabel listrik bergoyang
Walau menari diam-diam
Harapan berwarna kuning
Akan tetap berdiri

Aku tak bisa berbuat apapun
Hanya menunjukkan ke pemandangan ini
Dari kesedihan atau kesepian
Saat kau merasakan kau pun sendirian
Mendengar dan melihat langit

Agar kau menjadi diri sendiri
Aku menunggu sampai kau bisa bangkit
Di baris langit permintaan itu pun
Pasti matahari sedang menunggu
Di dalam dadaku itu pastilah
Ada Bunga Matahari sedang mekar
Tutuplah mata dan ingatlah kembali
Benih yang dulu pernah kau tanam

Bunga Matahari tertiup angin
Menghadap matahari bertubuh dan lengkap
Ke langit biru yang tiada berbatas
Kedua tanganku direntangkannya
Meskipun diterpa derasnya hujan
Tanpa menyeka air mata yang jatuh
Yuk kita awali balikkan kesedihan
Kepada cerahnya masa depan

JKT48 -  Itoshisa no defense (Pertahanan dari Cinta)

(I'm gonna dreaming of you)
Bagaikan tudung yang telah berkarat
Perasaan yang bersedih
Hati yang tertutup
Diri sendiri sebenarnya tidak pernah bisa
Suka pada rantai yang mengikat

Jangan bilang cinta padahal engkau sama sekali
Tak tahu apa pun tentang diriku
Bagaikan berdoa dipeluk oleh lenganmu
Biarkan saja diriku sendiri
Bagaikan berdoa bibirmu mencuri cium 
Menyerah saja ku bukan gadis seperti itu
Karena takut terluka
Aku yang lebih dulu menyakiti hati seseorang
Kesendirian adalah tembok yang mengelilingi
Melindungi diri
Aku tidak ingin tahu tentang dirimu itu
Ku tidak bisa mempercayainya
Bila saling cinta pasti akan kehilangan
Jika tak miliki takkan ada tangis 
Bila saling cinta maka akan terlihat mimpi
Daripadaku masih banyak yang lainnya
Mengertilah bahwa perkataan berlawanan dengan perasaan
Yang rendah diri pada pertahanan atas cinta 
Ayo rebut sajalah dengan paksa bibir yang tidak berkata jujur
Selalu cinta itu menyebalkan tak pernah selesai 
Walau ku melarikan diri pun terlahir kembali
Bagaikan berdoa dipeluk oleh lenganmu
Biarkan saja diriku sendiri
Bagaikan berdoa bibirmu mencuri cium
Menyerah saja ku bukan gadis seperti itu

JKT48 - Higurashi no Koi 

Tempat dimana serangga berbunyi
Apakah engkau mengetahuinya
Di dahan pepohonan taman yang
Mulai berubah menjadi gelap

Diriku yang kau kira hanya teman
Walau menangis di sini sendiri
Tidak pernah dirimu sadari
Oh pengalaman yang menyedihkan

Sebelum musim ini usai dan berganti
Ku kan terbang ke suatu tempat
Berada di sampingmu
Membuatku tersiksa
Cinta yang hanya sementara

Diriku mungkin mungkin mungkin
Tersesat di hutan
Dalam hati ini
Diriku mungkin mungkin mungkin
Setidaknya tengok dan lihat ke sini
Tak terungkapkan dalam kata
Summer keenam belas

Jikalau nanti diriku tak ada
Tempat ini pun kan menjadi sepi
Hal yang dulu selalu terdengar
Higurashi langit yang jauh

Hari esok berbeda dengan hari ini
Akan selalu terasa sepi
Dulu aku berharap kau
Menemukannya
Cinta kecil yang satu arah

Sendiri mungkin mungkin mungkin
Oh teramat singkat kehidupan ini
Sendiri mungkin mungkin mungkin
Ingatlah kembali pernah ada rasa
Aku suka pada dirimu
Summer keenam belas

Diriku mungkin mungkin mungkin
Tersesat di hutan
Dalam hati ini
Diriku mungkin mungkin mungkin
Setidaknya tengok dan lihat ke sini
Tak terungkapkan dalam kata
Higurashi no koi

JKT48 - Boku to Juliet to Jet Coaster (Aku dan Juliette dan Jet Coaster)

Ciumanku yang terakhir, sekarang baru ku sadar
Karena terlalu cinta, bibir ini tak biasa dengan perpisahan
Cahaya matahari yang terhalang poni bagaikan
Hanya mengantarkan ke tengah hingga kejauhan

Panah malaikat itu
Menatap di hati
Tolong cabutlah
Setelah berapa malamkah rasa sakit ini akan hilang

Kita berdua saling jatuh cinta rasanya bagaikan jet coaster
Perasaan saling ingin berpelukan
Melihat mimpi kita abadi
Bagaikan diputarbalikkan oleh sang takdir semuanya berlalu
Tiada yang salah denganmu
Tidak perlu kau menangis
Ya, aku senang bisa bertemu denganmu Juliet

Pada perpisahan kita bergoyang tak bergegas
Perasaan sedih pun
Ditinggalkan begitu saja di dalam mata
Bila tak sengaja terlihat oleh seseorang pun
Pasti hanya dikira sedang mengobrol biasa

Hujan yang lebih lembut dari kata-kata yang mulai turun
Lalu memeluk punggung milikmu itu
Menggantikan diriku

Kita di masa muda apabila jejak jet coaster yang tidak berhenti
'Tuk dapat berpisah dengan orang-orang
Hanya bisa meminum racun
Masa depan yang terlarang ditunjukkan
Tatapan mata pun menghindar
Jangan berhenti
Aku tidaklah mengerti
Hanya dapat diam dan memaksa oh Juliet

Aku sudah tak kan lagi mampu
Mencintai seperti ini
Hanya kamu

Kita berdua saling jatuh cinta rasanya bagaikan jet coaster
Perasaan saling ingin berpelukan
Melihat mimpi kita abadi
Bagaikan diputarbalikkan oleh sang takdir semuanya berlalu
Tiada yang salah denganmu
Tidak perlu kau menangis
Ya, aku senang bertemu dengan Juliet