Thursday, 1 August 2013
Ada banyak ‘peraturan’ untuk fotografi portrait, tapi yang 10 ini adalah yang paling umum digunakan. Tentu saja sebenarnya tidak ada ‘peraturan’ dalam fotografi.
Eksperimen adalah kunci untuk kreativitas, seperti juga berpikir ‘out-of-the-box’. Tapi kesepuluh peraturan ini banyak digunakan tentu karena alasan yang jelas : membuat portrait tampak lebih bagus.

1. Bukaan diafragma lebar (angka aperture kecil)
Semua orang suka melihat portrait dimana objeknya benar-benar tampak menonjol. Orang-orang juga suka difoto dengan latar belakang bokeh atau blur yang creamy dan lembut. Untuk menghasilkan efek semacam ini, dibutuhkan bukaan diafragma yang lebar, sekitar f/3.5 atau lebih kecil. Gunakan Aperture Priority saat memotret.

2. Kontak mata Banyak yang bisa ditangkap dari tatapan mata seseorang, dan ini bisa diaplikasikan dalam potrait untuk mendapatkan esensi dari orang yang kita foto. Ketika objek menatap ke arah kamera, portrait akan tampil lebih kuat. Kecuali tentu kita sengaja memotretnya secara spontan.

3. Gunakan focal length panjang Semakin panjang focal length-nya, semakin dekat objek akan tampak. Berhubungan dengan aperture diatas, peraturan nomer tiga ini akan semakin memperkuat efek bokeh(blur okeh) :D pada background.
Misalnya – kalau kamu menggunakan lens kit ukuran 18-55mm, maka gunakanlah ujung 55mm.

4. Hitam&putih yang dibuat dalam mode monochrome atau hitam&putih akan memunculkan karakter orang yang kita foto. Kontras pada portrait hitam&putih juga bisa dimanfaatkan untuk menonjolkan profil pada wajah, misalnya tekstur kulit pada orang yang sudah tua. Tapi penggunaan monochrome ini tentu tidak bisa diberlakukan pada semua jenis portrait. Perhatikan model, pose, pakaian, dan apa yang kita coba ungkap dari orang yang kita foto.

5. Jangan gunakan built-in flash Ini peraturan yang sangat, sangat umum. Memotret orang dengan built-in flash akan merusak segalanya, terutama kalau ruangan tempat pemotretan bercahaya redup. Wajahnya akan ‘meledak’ terkena cahaya, dan detil di sekitarnya akan hilang. Kalau kamu tidak punya external flash, lebih baik gunakan pengaturan fill-in flash, atau manfaatkan sumber cahaya yang ada. 6. Gunakan pose yang benar Kamera tidak bisa ‘melihat’ seperti mata kita. Ilusi optiknya bisa membuat orang kelihatan lebih gemuk ketika difoto, terutama jika pose-nya salah. Untuk ini, seorang fotografer yang baik harus tahu bagaimana mengarahkan pose yang benar untuk modelnya. Tubuh yang sedikit miring akan memberi kesan langsing dan orang akan tampak menarik dan ‘benar’ di dalam foto. Kalau kamu bertanya-tanya kenapa foto KTP-mu tampak parah, mungkin itu sebabnya : kamu menghadap tegak lurus ke kamera dan frame terpotong sebatas bahu. Kurang bagus kan?

7. Hindari warna baju terang Ingatlah bahwa portrait adalah tentang orang di dalamnya, bukan bajunya. Kecuali ini adalah untuk keperluan fashion photography. Kalau objek menggunakan baju yang terang dan berwarna- warni, tentu akan mengganggu mata dan otomatis terarah ke baju.

8. Perhatikan posisi dagu Tidak ada yang suka kelihatan berleher tebal di dalam foto. Dan sebenarnya trik untuk menghindari hal ini sangatlah mudah. Posisi dagu harus benar. Mintalah model untuk mengangkat dagunya sedikit agar leher tampak lebih jenjang.

9. Jangan gunakan background yang ramai Ini adalah alasan mengapa bokeh dan blur menjadi favorit untuk background sebuah portrait: efek ini membuat model menjadi pusat perhatian. Background yang berantakan, penuh pola atau barang akan merusak keseluruhan portrait dan menenggelamkan objek utama. Alasannya sama dengan baju terang di poin 7; mengganggu. Kalau situasi tidak memungkinkan untuk menggunakan focal length panjang, setidaknya pindahkan model ke tempat dimana backgroundnya netral. Fokus harus pada model, karena ini adalah portrait.

10. Perhatikan posisi hidung dan garis pipi Ketika kita meminta model untuk memiringkan wajahnya sedikit, berhati-hatilah dengan bagian hidungnya. Kalau ujung hidung melewati garis pipi, maka akan terlihat besar. Untuk mengakali ini, kamu bisa sekalian memintanya untuk menghadap samping dan kamu bisa mengambil profil wajahnya dari pinggir seperti saat membuat siluet.

Ya..begitulah
Jangan lupa tinggalkan komentar dan follow blog ini
Tengkyu kawan :)
Menurut wikipedia, low key lighting bertujuan untuk menciptakan efek chiaroscuro.
Pada fotografi tradisional pencahayan threepoint biasanya menggunakan sebuah key light, fill light dan back light.
Low-key hanya memerlukan satu key light, dan terkadang bisa ditambahkan satu fill light atau reflektor sederhana. Low-Key biasanya menggunakan background gelap. untuk lebih jelasnya yuk simak ulasan bagaimana memotret Low- key Portrait dibawah ini:
1. Gunakan lokasi yang tepat Foto-Foto low-key identink dengan cahaya yang remang-remang, jadi Sobat perlu untuk menggunakan sebuah lokasi atau tempat pemotretan yang gelap. Lokasi tersebut bisa jadi sebuah kamar yang gelap dengan sebuah tirai bewarna hitam, atau bisa memotret di malam hari.
2. Sumber Cahaya Foto-foto Low-key menggunakan satu sumber cahaya. Sobat bisa menggunakan natural light atau cahaya alami yang berasal dari jendela, sebuah lampu meja atau lampu jalanan. Posisikan subyek terhadap arah cahaya sehingga membuat efek yang dramatis.
3. Exposure Jika hasil foto Sobat terasa terlalu gelap, meskipun telah menggunakan aperture lebar, maka cobalah untuk menaikkan pengaturan ISO. Perhatikan kemungkinan digital grain yang muncul akibat penggunaan ISO yang terlalu tinggi. Sobat juga bisa mencoba untuk bereksperimen dengan exposure compensation untuk menaikkan tingkat kecerahan.
4. Jangan Gunakan Flash Low-key portrait cukup menggunakan satu sumber cahaya, jadi ingatlah untuk mematikan flash kalian. Sobat bisa menggunakan flash sebagai sumber cahaya, tetapi akan lebih baik jika cahaya tidak berasal dari depan subyek melainkan dari samping subyek.
5. Komposisi Pada foto Portrait, idealnya memang wajah subyek selalu menghadap ke kamera kita, tetapi Sobat masih bebas untuk bereksperimen, foto obyek yang tidak melakukan eye contact dengan kamera juga bisa membuat foto tampak lebih dramatis. Beberapa kamera digital sudah dilengkapi dengan mode otomatis untuk foto Low-key. Mode ini bisa memberikan pengaturan yang Sobat butuhkan untuk memotret Low-key Portrait Masih ingat dengan kalimat "The Eyes Are Window To The Soul" bukan? jadi fokuskan ke arah mata subyek menggunakan selective focus, atau juga bisa menggunakan manual focus. Gunakan mode Aperture Priority serta setting ke bilangan f rendah agar cahaya mudah masuk ke dalam lensa serta menciptakan depth of field sempit.

Tinggalkan komentar dibawah & follow blog ini
Tengkyu kawan :)
Fotografi Landscape merupakan salah satu cabang dalam dunia fotografi. obyek utama yang diambilnya adalah keajaiban,kemegahan dan keindahan alam.
Saat ini saya akan bagikan beberapa pengetahuan awal berdasarkan pengalaman saya dalam memotret landscape, semoga dapat memperkaya pemahaman kita dalam dunia fotografi landscape.
Memotret landscape sangat berbeda dengan cabang fotografi lainnya. Ada banyak hal yang harus diketahui dan dipahami secara khusus. Langsung saja saya sampaikan beberapa hal khusus yang perlu dipahami dan diperhatikan untuk membuat foto landscape yang bagus.

1. Lakukan survey awal untuk lokasi yang anda akan kunjungi. Anda dapat melakukan survey dengan browsing di internet untuk foto-foto yang pernah di ambil di lokasi yang akan anda kunjungi.

2. Jika anda telah melakukan survey awal, saran saya lakukan lebih dari yang anda lihat karena survey awal bukan bertujuan untuk memperoleh foto yang sama melainkan foto yang lebih baik.

3. Persiapkan perjalanan anda. Persiapkan semua keperluan, Baik itu perlengkapan kamera yang disesuaikan dengan lokasi yang akan anda kunjungi, siapkan bekal dan perlengkapan pelindung. Mempersiapkan pelindung sangatlah penting karena kabut, embun uap dll mereka semua adalah bentuk lain dari air yang merupakan musuh besar kamera dan perlengkapan anda.

4. Abadikan landscape saat pagi hari atau saat sore hari.

5. Nikmati alamnya, jangat terburu-buru memasang tripod . lihat amati dan nikmati dahulu alamnya, hingga anda tahu pasti foto seperti apakah yang akan saya abadikan. Amati- Nikmati-Pikirkan dan Abadikan.

6. Ingat kembali saat anda melakukan survey awal selanjutnya bayangkan bagaimana setiap fotografer tersebut mendapatkan foto mereka dan akhirnya lakukan lebih baik dari yang mereka lakukan.

7. Setialah membawa tripodmu, karena saat anda dilokasi barulah anda tahu mengapa saya mewajibkan anda membawa tripod dengan setia.

8. Walau pengambilan dengan file JPG akan mempersingkat waktu editing anda namun saran saya abadikan foto dalam format RAW+JPG, namun kalau memori anda tidak cukup gunakan RAW saja.

9. Sediakan selalu memori card cadangan, saya tidak ingin anda merasakan seperti yang pernah saya rasakan yaitu dengan kesedihan mendalam menghapus beberapa file karena memori penuh. Kesedihan anda akan semakin panjang, tatkala anda membayangkan betapa jauhnya lokasi dan panjangnya persiapan anda.

10. Pakai ruang tajam yang maksimal atau gunakan bukaan diafragma kecil seperti f16-f22 Untuk dapat membuat foto landscape yang baik, belum cukup kalau hanya membaca artikel ini saja. Selanjutnya saya akan membahas secara detail beberapa bagian mengenai fotografi landscape.

Ya...sekian post dari saya, semoga bermanfaat bagi pembaca
Tinggalkan komentar jangan lupa follow blog ini
Terima kasih kawan ;)
Menggunakan Focal Point Dalam Fotografi

Teknik Fotografi - Bagi Sobat yang baru menekuni dunia fotografi, pada saat kalian memotret dengan digital kamera cobalah sesekali berhenti dan tanyakan ini pada diri sendiri :
"Apa yang menjadi Focal Point dari foto itu?"
Mungkin beberapa fotografer pemula lain pernah mengajukan pertanyaan serupa seperti: Apa yang menjadi Point-of-Interest? Apa yang akan menarik perhatian orang dari foto ini? apa elemen foto yang menonjol dari yang lain? Apa subyek foto Saya? Alasan kenapa Focal Point menjadi suatu pertimbangan yang penting adalah, ketika Sobat melihat sebuah foto atau gambar, mata secara naluriah akan mencari sebuah "tempat tujuan" atau sesuatu yang menarik perhatian untuk dipandang. Tanpa Focal Point orang akan dengan mudahnya mengabaikan foto Kalian dan berpindah ke foto-foto yang lain.
Setelah Sobat menentukan sebuah Point-of-Interest atau Focal-Point kemudian tanyakan pada diri sendiri bagaimana dapat menonjolkannya. Teknik menonjolkan Focal Point dari sebuah gambar Sebuah Focal Point atau titik fokus bisa berupa apa saja bagi seseorang, bagi sebuah bangunan, gunung, bunga, dan lain-lain. Semakin menarik sebuah Focal Point itu lebih baik, tetapi ada hal-hal lain yang bisa Sobat lakukan untuk memperkuat Focal Point, antara lain:
• Posisi - Tempatkan pada posisi terdepan, dan rule-of- third bisa menjadi ide yang baik untuk memotretnya.
• Fokus - Pelajari Depth-of-Field atau DoF untuk mengaburkan elemen-elemenlain di depan atau dibelakang subyek foto.
• Blur - Jika ingin sekali sedikit "Tricky" coba bermain dengan menggunakan shutter speed lambat pada saat subyek utama Anda dalam keadaan diam dan obyek di sekelilingnya bergerak.
• Ukuran - Membuat Focal Point tampak besar bukan satu-satunya cara agar tampak dominan, tetapi bisa menjadi cara efektif yang sangat membantu
• Warna - Penggunaan kontras warna bisa jadi sebuah cara memberikan bagian Point-of-Interest dan memisahkan subyek dengan sekelilingnya.
• Bentuk - Penggunaan kontras pada bentuk serta tekstur bisa membuat sebuah subyek terlihat berbeda dengan yang lain, terutama pola yang berulang di sekeliling subyek.

Perhatikan bahwa kombinasi elemen-elemen diatas bisa digabungkan secara bersamaan. Jangan membingungkan penikmat foto ketika mereka salah melihat Point-of-Interest dari foto kalian. Point-of- Interest kedua bisa juga sangat membantu memandu mata ke Focal-Point yang lebih kuat, tetapi jika Point of Interest kedua lebih kuat akan menjadikan penikmat foto menjadi bingung serta perhatian terpecah.
Cara Memotret Saat Hujan Air tentu saja membuat kamera lebih cepat rusak dan selain itu membuat lensa jadi kabur dan akhirnya akan berjamur.
Itu belum termasuk sulitnya menangkap gambar dalam situasi? di mana cuaca sedang mendung, agak gelap dan hanya ada jutaan tetes hujan. Kebetulan saya menemukan sebuah artikel menarik dan saya akan share beberapa trik membuat gambar yang bagus dan memanfaatkan situasi disaat hujan. Berikut ada beberapa tips :

Membawa pelindung hujan untuk kamera. Saat ini sudah ada jutaan pilihan pelindung hujan untuk kamera yang tersedia di pasaran. Masalah utamanya hanyalah bagaimana membawa semuanya ketika hujan mulai turun. Semua pelindung yang kira-kira bisa melindungi kamera dari hujan, petir bahkan badai sebaiknya memang dibawa setiap saat. Saran terbaik adalah memberikan tempat di tas kamera untuk keperluan tersebut.

Membawa kantongan plastik besar untuk kamera. Kadang kala ada tugas yang mengharuskan kamera tetap kering dan kantongan plastik besar bisa sangat berguna. Masukkan kamera di dalam kantongan dan lubangi sedikit untuk lensa di bagian depan.

Cari beranda atau tempat berteduh. Cobalah mencari tempat berteduh dan tunggulah sampai gambar yang mendatangi anda. Tenggak minuman kesukaan, bacalah buku atau lakukan apa saja. Bersabarlah dan ambillah moment yang tepat dan bagus.

Memotret dari dalam mobil. Kadang-kadang cara ini adalah cara paling praktis saat terjebak dalam kondisi hujan. Tetaplah berada di dalam kendaraan, turunkan kaca sedikit dan rekamlah beberapa gambar. Seorang photographer yang jeli akan mendapatkan sebuah foto menarik dalam kondisi seperti ini, hanya saja cara yang dilakukan agak esktrim dan tidak disarankan untuk dicoba. Belilah sebuah payung. ketika berada dalam cuaca hujan tapi tetap harus melakukan pemotretan, maka payung bisa menjadi sebuah pilihan. Memang akan sangat membantu bila ada seorang asisten yang bisa memayungi kita saat memotret, tapi bila memang tidak ada maka cara terbaik adalah memegang payung di tangan kiri yang juga memegang grip kamera. Masukkan payung sebagai elemen dalam foto anda. Sebenarnya payung yang anda bawa bisa menjadi elemen komposisi yang sangat menarik. Ketika memotret dengan lensa lebar, payung bisa mengisi bagian atas bingkai dan akan menyajikan kesan bahwa hujan benar-benar sedang turun. Ketika memotret jalanan yang penuh dengan orang yang membawa payung, memasukkan payung ke dalam bingkai tentu memberikan kesan yang sangat pas. Di sisi lain, payung juga bisa menetralisir apabila ternyata cahaya matahari terlalu terang meskipun sedang hujan.
Gunakan payung untuk meminimalkan cahaya yang berlebih dan anda bisa mendapatkan eksposur yang pas. Perhatikan bayangan. Sebenarnya agak susah untuk mendapatkan potret hujan, kecuali anda berada di bawah hujan deras, jadi anda harus memotret sebuah petunjuk yang menandakan bahwa hujan benar-benar sedang turun.

Cara terbaik adalah dengan memotret bayangan hujan atau bekas yang ditinggalkan hujan di atas bumi. ??? Lihat sekeliling anda dan coba temukan bayangan hujan yang paling menarik untuk direkam. Tempatkan hujan pada backlight. Hujan akan terlihat lebih jelas saat berada pada posisi backlight ( membelakangi sumber cahaya ). Cahaya yang datang dari belakang hujan akan sangat terkonstrasi dan tentu saja membuat tetesan hujan lebih terlihat terang. Hanya saja perlu diperhatikan jangan sampai anda terlalu over exposure karena menghadap ke arah cahaya. ???
Carilah terus angle terbaik antara low exposure dan over exposure. Payung yang anda bawa juga bisa sangat berfungsi untuk mengatur exposure. Tembakkan sedikit flash. Cahaya flash tentu saja bisa menambah cahaya pada tetesan hujan, hanya saja ?hal buruk bisa terjadi saat cahaya yang keluar terlalu banyak sehingga malah mengaburkan tetesan hujan. Coba set chaya flash ( sekitar -3.0 stops) . Cara ini biasanya membutuhkan banyak percobaan, kadang tidak berhasil 100% tapi hasilnya tetap menakjubkan. Tangkap kesedihan dan keceriaan di bawah hujan. Hujan mempengaruhi banyak orang. Kadang ada yang merasa sedih atau malah marah karena hujan tapi ada juga anak-anak yang begitu gembira bermain hujan. Tangkap dengan baik reaksi mereka dan anda akan mendapatkan foto hujan yang menarik. Itulah beberapatips dan trik yang saya pernah baca dan pernah juga sedikit memraktekannya. Meskipun kurang maksimal, tapi sepertinya memang menarik. Mumpung sekarang sedang hujan, bagaimana kalau kita coba ? Berikut adalah pengalaman dari sang fotografer itu : Yah, tidak cukup sepanjang minggu, tapi cukup itu harus menjadi lelucon. Kami pikir kami mungkin hanya bisa melihat salah satu banjir Venesia legendaris mencuci melalui Piazza San Marco. Kami tidak cukup beruntung bahwa (atau beruntung, tergantung pada sudut pandang Anda), tapi hujan ketika kami mengunjungi Murano dan hujan saat kami melintasi Jembatan Rialto perjalanan untuk makan malam dan hujan pada kami di gondola dan sandolos tanpa kasihan. “Sekarang, ini sebenarnya kesempatan,” aku terus mengulangi seperti yang kita meringkuk di bawah payung kami. Tidak ada yang percaya padaku. Aku terdengar (dan tampak) seperti tikus tenggelam menempatkan wajah yang baik pada azab yang akan datang. Kemudian sesuatu yang indah terjadi => yup, Matahari keluar. Fotografer mahasiswa bergegas keluar untuk menangkap kemuliaan Venesia. Dan, lihatlah, mereka kembali kecewa! “Itu tampak baik di tengah hujan,” adalah sentimen dekat-universal. Bahkan, Venice telah tampak ajaib di tengah hujan. Dalam kasus Anda tidak memperhatikan, Venice mendapatkan pangsa fotografer, dan hujan telah mengubah adegan numbingly akrab menjadi sesuatu yang segar dan siap untuk penemuan. Ini mungkin klise tapi itu masih layak terompet-ketika mulai hujan, fotografer yang baik kepala keluar untuk membuat gambar. Ada, tentu saja, masalah yang terlibat, dan ini terurai menjadi dua kategori. Satu, bagaimana menjaga kamera Anda kering (tak ada yang peduli apakah fotografer menjadi basah), dan dua, bagaimana untuk menunjukkan hujan dalam gambar. Item kedua tampaknya paradoks. Bagaimana bisa Anda tidak menunjukkan hujan dalam gambar? Hebatnya, hujan sering terlihat kusam, abu-abu, dan di tepi menjadi tidak terlihat. Yuppy dialah Jim Richardson adalah seorang wartawan foto yang diakui untuk eksplorasi kehidupan kota kecil di bagian Negara-negara eropa. Foto-fotonya sering muncul di majalah National Geographic. Sdikit tambahan dari saya : ambillah momentum, angle dan timing yang tepat untuk menghasilkan mahakarya untuk sebuah pengabadian gambar.
PENGERTIAN SHUTTER SPEED DALAM FOTOGRAFI

Shutter Speed adalah jarak atau rentang waktu saat jendela kamera terbuka, shutter speed juga bisa diartikan sebagai satuan kecepatan kamera dalam mengambil foto .
• Shutter Speed harus lebih besar dari ukuran lensa, missalnya jika panjang lensa kita 55m gunakan shutter speed 1/60 begituun seterusnya . penggunaan shutter speed di atas merupakan penggunaan shutter speed aman untuk mendapatkan hasil goto yang tajam .
• Jika kita ingin menangkap foto yang sedang bergerak, gunakan shutter speed tinggi, Semakin cepat benda atau objek foto bergerak semakin tinggi juga settingan Shutter Speed yang harus di gunakan . teknik pengambilan foto ini biasa di sebut teknik freeze fotografi .
• Kadang kala ada orang yang memang ingin menghasilkan foto yang blur . foto yang tidak detail sehingga kita dapat mengetahui bagaimana proses pergerakan benda tersebut walaupun tidak jelas . penggunaan shutter speed rendah dalam mengambil objek yang bergerak akan menghasilkan foto blur, teknik pengambilan foto berikut di namakan teknik bulb fotografi.
Pengertian ISO dan Diagragma Inti dari sebuah kegiatan fotografi adalah cahaya. Ketersediaan cahaya yang memadai adalah mutlak diperlukan jika kita ingin menghasilkan sebuah karya foto yang layak.
Cahaya ini dibagi dalam 2 jenis pokok;
yaitu cahaya visible dan cahaya invisible.

Cahaya visible adalah cahaya normal yang dapat tertangkap oleh mata manusia, baik itu cahaya alami yang bersumber dari cahaya matahari maupun cahaya buatan manusia yang bersumber pada lampu continues maupun flashlight atau yang biasa dikenal dengan sebutan blitz.

Cahaya invisible contohnya adalah seperti dalam pemotretan dengan infra merah atau sinar X untuk rontgen.

Teknik fotografi sesungguhnya adalah teknik kompensasi. Kompensasi dari beberapa kerja teknis kamera. Tiga hal utama dari kinerja kamera tersebut adalah ISO, DIAFRAGMA dan SHUTTER SPEED. Ketiga hal inilah yang sesungguhnya paling berperan dalam teknis fotografi meski masih sangat banyak aspek teknis lainnya yang terdapat dalam sebuah kamera.

1. ASA/ISO (Kepekaan media terhadap cahaya)
Media yang dipakai dalam fotografi konvensional adalah suatu lapisan tipis (film) yang peka terhadap cahaya berupa butiran-butiran halus. Kepekaan terhadap cahaya ini dikategorikan dengan satuan ASA/ ISO. Dalam fotografi digital media penerima cahaya ini berwujud sensor. Bedanya, kepekaan (ISO) pada sensor bisa diatur sewaktu-waktu tanpa perlu mengganti sensor.
Angka untuk ASA/ISO yang umum digunakan adalah 25, 50, 100, 200, 400 dan seterusnya yang merupakan kelipatan dari angka sebelumnya. Semakin besar angka ASA/ISO maka semakin peka terhadap cahaya dan memiliki butiran yang semakin kasar. Pada kamera digital, data ISO bisa lebih banyak variasi. Penggunaan ASA/ISO dengan angka yang besar memungkinkan pemotretan dengan hanya sedikit cahaya seperti dalam ruangan, sore hari/mendung tetapi mempunyai efek hasil gambar yang kasar terutama dalam pencetakan gambar yang besar. Sedangkan ASA/ISO yang kecil membutuhkan banyak cahaya tetapi menghasilkan gambar yang halus dalam pembesarannya.

2. Kecepatan/Shutter speed.
Kecepatan/shutter speed adalah suatu mekanisme di dalam kamera yang mengatur lamanya cahaya yang masuk ke dalam kamera dalam satuan detik. Angka yang tertera di kamera adalah B, 1, 2, 4, 8, 15, 30, 60, 125, 250, 500 dan seterusnya yang merupakan kelipatan angka sebelumnya. Angka maksimal untuk Kecepatan/ Shutter speed tergantung pada kemampuan dari kamera tersebut. Angka-angka tersebut bukanlah angka yang sebenarnya dalam detik tetapi merupakan penyebut dari pecahan satu per ( 1/x) sehingga dengan angka yang tertera sebesar 60 maka cahaya yang masuk adalah satu per enam puluh detik (1/60 detik). Efek yang ditimbulkan pada perubahan Kecepatan terutama pada benda bergerak. Benda bergerak yang di ambil dengan kecepatan tinggi akan terlihat diam dan yang diambil dengan Kecepatan rendah akan terlihat garis memanjang.

3. Diafragma
Diafragma adalah suatu mekanisme dalam kamera (lensa) yang mengatur jumlah cahaya yang masuk ke kamera. Bagian ini terdapat dalam susunan lensa berupa lembaran membentuk lubang/lingkaran yang bisa berubah ukuran. Semakin besar pembukaan diafragma maka semakin banyak cahaya yang masuk dan sebaliknya semakin kecil bukaan diafragma maka semakin sedikit cahaya yang masuk. Angka yang biasanya tertera untuk diafragma adalah 1,4 - 2,8 - 4 - 5,6 - 8 - 11 - 16 dan 22. Angka yang besar menunjukkan bukaan diafragma yang kecil dan angka semakin kecil maka bukaan diafragma menjadi besar. Banyaknya angka diafragma dalam suatu lensa tergantung juga pada kemampuan lensa untuk meneruskan cahaya. Misalnya lensa Sudut Lebar/Wide angle dengan susunan lensa sedikit dan pendek akan lebih banyak memasukkan cahaya, biasanya angka diafragma bisa mencapai 1,4 sedangkan pada lensa tele yang susunan lensanya lebih banyak dan panjang biasanya diafragma terendah sekitar 4 atau 5,6. Untuk keperluan khusus ada juga lensa tele dengan diafragma hingga angka 1,4 yang biasanya memiliki lensa yang sangat besar. Diafragma mempunyai efek pada gambar yang disebut Depth of Field atau Ruang Ketajaman. Misalnya dengan menggunakan diafragma 1,4 atau dengan bukaan lebar maka semua benda sebelum dan sesudah obyek akan terlihat buram. Sedangkan pada penggunaan diafragma 22 atau bukaan kecil benda di depan obyek focus dan di belakangnya akan terlihat jelas. Diafragma bukaan lebar (angka kecil). Diafragma bukaan kecil (angka besar).

Hubungan ASA/ISO, Kecepatan dan Diafragma. Ketiga komponen yang mengatur masuknya cahaya ke dalam kamera tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Untuk jumlah cahaya yang masuk dengan porsi yang sama maka dengan perubahan salah satu faktor tersebut harus diimbangi dengan perubahan yang lainnya. Sebagai contoh, suatu obyek di foto dengan ASA 100, 1/60 dan 5,6 maka bila kita menggunakan ASA 200 maka akan sama hasilnya dengan urutan 1/125 dengan 5,6 atau menggunakan 1/60 dengan diafragma 8