Monday, 14 December 2015


Milan - AC Milan hanya memetik satu poin saat bermain melawan Hellas Verona. Allenatore Milan, Sinisa Mihajlovic, kecewa dengan kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut.

Menjamu tim juru kunci Verona di San Siro, Minggu (13/12/2015) malam WIB, Milan cuma bermain imbang 1-1. Milan sempat unggul lebih dulu lewat gol Carlos Bacca di menit ke-52.

Tapi keunggulan tersebut hanya bertahan lima menit. Verona menyamakan angka lewat penalti Luca Toni yang juga membuat Nigel De Jong dikartu merah.

Usai pertandingan, suporter yang hadir di San Siro tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Mereka menyoraki tim usai wasit meniup peluit panjang.

"Saya memahami suporter, mereka berhak untuk mengeluh dan saya minta maaf untuk mereka dan klub," ujar Mihajlovic kepada Mediaset Premium seperti dikutip Football Italia.

Soal hasil seri yang dipetik Milan, Mihajlovic mengeluhkan kinerja wasit yang memimpin pertandingan. Dia menilai wasit salah sudah menganulir gol Luiz Adriano di babak pertama. Gol tersebut tidak disahkan karena Bacca sudah lebih dulu offside. Selain itu, Mihajlovic juga menilai Milan seharusnya mendapat penalti untuk pelanggaran terhadap Giacomo Bonaventura.

"Anda tidak pernah melihat saya bicara soal wasit, tapi Anda tidak bisa tidak menyebut hal-hal tertentu, karena dalam dua laga terakhir kami sangat dirugikan," lanjut Mihajlovic.

"Anda tidak boleh keliru menganulir dua gol karena offside dan juga ada penalti yang jelas untuk pelanggaran pada Bonaventura. Kami punya peluang dan kami juga bodoh kebobolan gol itu."

"Tim mencetak dua gol yang sah, menciptakan tiga peluang bersih di babak pertama dan tiga atau empat peluang lagi setelah jeda."

"Kami terus menekan meski bermain dengan 10 orang dan punya 18 tembakan ke arah gawang. Apa lagi yang bisa kami lakukan? Ini bukan kali pertama terjadi dengan wasit. Saya tidak boleh bicara soal wasit, tapi itu bukan berarti saya bodoh," katanya.

Hasil imbang melawan Verona membuat Rossoneri masih tertahan di peringkat ketujuh dengan 25 poin dari 16 pertandingan.


Milan - AC Milan berimbang 1-1 dengan Verona. Milan unggul lebih dulu tapi kemudian harus tampil dengan 10 orang sejak menit 56, yang juga menghadirkan gol Verona dari titik putih.

Di San Siro, Minggu (13/12/2015) malam WIB, kedua tim bermain imbang tanpa gol di babak pertama. Carlos Bacca kemudian membawa Milan memimpin di menit-menit awal babak kedua, tapi Verona pun langsung merespons.

Diawali sebuah pelanggaran dari Nigel De Jong di kotak penalti, wasit pun memberinya kartu merah langsung seraya menunjuk titik putih. Luca Toni yang maju jadi algojo mampu menuntaskan tugas dengan baik untuk membuat skor jadi 1-1.

Di sisa waktu, termasuk injury time 4 menit, kedua tim sama-sama berusaha menekan. Tapi skor tidak berubah.

Hasil di giornata 16 itu membuat Milan mendapatkan hasil seri kedua beruntun di Serie A setelah pada giornata sebelumnya berimbang 0-0 lawan tim posisi kedua terbawah Carpi. Namun, Milan tetap naik ke posisi tujuh (25 poin) menggeser Atalanta yang secara bersamaan kalah 0-1 dari Chievo.

Sedangkan untuk Verona, juru kunci yang juga menjadi satu-satunya tim Serie A yang belum sekali pun menang sejauh ini, hasil itu merupakan hasil seri ketujuhnya yang sekaligus menyudahi rentetan empat kekalahan beruntun Serie A. Verona masih berkutat di posisi terbawah dengan 7 poin.

Jalannya Pertandingan

Luiz Adriano mengendalikan bola umpan jauh dengan baik sambil dibayangi Rafael Marquez dan kemudian mengirimkannya ke arah Carlos Bacca walaupun intervensi dari Eros Pisano menggagalkan maksudnya.

Dua menit kemudian ganti Verona mengancam dengan Leandro Greco mengirim bola ke arah Luca Toni tapi Alessio Romagnoli mampu melakukan hadangan tepat pada waktu. Milan lantas menyerang balik tapi bola ke arah Bacca ganti disapu Marquez.

Saling serang antara kedua tim terus berlanjut. Giliran M'baye Niang menguasai bola di area pertahanan Verona walaupun bola sepakannya masih melebar dari bidang sasaran di menit ke-18.

Giacomo Bonaventura kemudian merepotkan barisan pertahanan Verona lewat aksinya di menit ke-21, tetapi bola kirimannya ke depan gawang masih dapat dihalau Vangelis Moras.

Verona lalu mendapat kesempatan menyerang lagi ketika Toni menguasai bola di menit ke-23. Ia menyepak si kulit bundar walaupun arahnya belum ke gawang Milan.

Sebuah kerjasama satu-dua apik antara Bonaventura dengan Bacca menempatkan nama pertama berhadapan satu lawan satu dengan kiper Verona. Tetapi bola hasil sontekan Bonaventura masih tepat ke Pierluigi Gollini dan pemain bertahan Verona lalu datang membantu.

Setelah itu Verona sempat mengklaim penalti karena merasa Toni secara ilegal dijatuhkan Alex, sedangkan kubu Milan sempat menggetarkan gawang tim tamu tapi gol tak berlaku karena sudah ada offside lebih dulu.

Segera setelah babak kedua dimulai, Verona mengancam lewat operan Leandro Greco ke arah Artur Ionita. Tapi bola sundulannya masih belum membuahkan hasil.

Setelah itu Milan langsung merespons lewat aksi Bonaventura. Gollini melakukan penyelamatan untuk menahan bola masuk ke dalam gawangnya.

Di menit ke-52 barulah gol lahir. Bola dioper Niang ke arah Luiz Adriano di tengah, yang langsung memberikan si kulit bundar ke Bacca di depannya. Lolos dari jebakan offside dan tak terkawal, Bacca tak membuang peluang untuk mengirim bola ke dalam gawang.

Dalam keadaan unggul, Milan harus tampil dengan 10 pemain di menit ke-56. Nigel De Jong dikartu merah langsung usai melanggar Greco yang berpeluang besar bikin gol. Wasit juga menunjuk titik putih dan eksekusi penalti Toni tak kuasa dihentikan Gianluigi Donnarumma. Skor 1-1.

Kartu merah untuk De Jong memaksa Milan melakukan pergantian. Luiz Adriano yang beroperasi di lini depan ditarik keluar di menit ke-62 untuk digantikan Juraj Kucka yang merupakan seorang gelandang.

Tensi permainan meninggi memasuki menit ke-70. Eros Pisano dan Pawel Wszolek dari Verona, dan Bonaventura dan Ignazio Abate dikartu kuning secara berurutan dalam perjalanan pertandingan.

Memasuki menit ke-75, Bacca mendapat bola di sisi kanan dari arah pertahanan Verona. Berada di sudut cukup sempit, ia masih mampu menyepak bola walaupun belum bisa mengubah kedudukan.

Dari sebuah skenario sepak pojok untuk Milan di menit ke-83, bola mengarah ke Andrea Bertolacci yang meneruskan dengan sepakan. Tapi penempatan bolanya masih sedikit melebar dari bidang sasaran.

Beberapa menit setelah itu sebuah umpan tarik Bonaventura ke arah Bacca yang berada tepat di depan gawang Verona mampu diintervensi oleh Marquez. Milan terus berusaha menekan walaupun minus satu pemain, walaupun laga lantas tetap berakhir 1-1.

Susunan Pemain

Milan: Donnarumma; Abate, Alex, Romagnoli, De Sciglio, Niang (Cerci 81'), De Jong, Montolivo (Bertolacci 78'), Bonaventura, Luiz Adriano (Kucka 62'), Bacca

Verona: Gollini; Sala, Marquez, Moras, Piasano, Viviani, Greco (Gomez 81'), Wszolek (Bianchetti 79'), Ionita, Siligardi (Jankovic 78'), Toni



Milan - Tiga tahun setelah bergabung dengan AC Milan, M'baye Niang mulai bisa menunjukkan potensi yang dipunya. Tampil oke sejauh ini, dia berharap bisa berkontribusi lebih besar dan bertahan lama di San Siro.

Niang dipasang sebagai starter dalam empat pertandingan terakhir Milan di Serie A. Dalam periode tersebut pemain asal Prancis itu tampil memuaskan dengan membuat dua gol dan satu assist.

Performa apik tersebut diharapkan akan bisa dijaga Niang. Dengan usia yang baru 20 tahun potensinya masih bisa terus berkembang di bawah arahan Sinisa Mihajlovic.

"Hubungan saya dengan Mihajlovic sangat baik. Dia banyak memberi untuk saya. Dia pelatih yang bagus sebagaimana kita tahu, dan dia suka bekerja bersama pemain muda. Dia punya kualitas yang hebat, saya selalu memberikan yang terbaik untuknya dan saya selalu melakukan apa yang dia katakan," ucap Niang.

Niang dibeli Milan dari Caen pada 2012 lalu. Namun periode awal dia berseragam Rossoneri tak berjalan semulus yang diharapkan.

Masih berusia 17 tahun ketika itu, Niang terlibat dalam beberapa masalah di luar lapangan. Salah satunya adalah kasus tabrakan yang melukai 11 orang. Masa depannya di Milan sepertinya akan habis saat dia dipinjamkan ke Montpellier dan kemudian Genoa.

"Saya ingin kembali ke Milan, karena saya merasa bagian dari tim dan klub ini. Saya setuju menjalani peminjaman ke Genoa tanpa ada klausul karena saya ingin membuktikan diri ke Milan. Saya ingin kembali ke sini untuk memberikan sesuatu pada tim," lanjutnya dalam wawancara dengan Corriere dello Sport dan dikutip dari Football Italia.

"Sebelumnya saya bermain dengan baik, sekarang saya pikir saya lebih baik lagi. Apakah saya berubah? Ya, itu benar. Saya membuat kesalahan yang tidak dilakukan pemain lain. Kami harus menghindari segalanya. Dari titik itu saya berubah, menjadi lebih baik. Saat Anda bermain dan Anda menguasai bola, Anda harus luwes dan tenang. Saat kehidupan pribadi Anda berjalan baik, maka permainan Anda akan baik."

"Apakah saya akan mengakhiri karier saya di Milan? Jika itu ada di tangan saya maka itu tidak akan jadi masalah. Saya melihat diri saya di tim ini, bahkan untuk 10 tahun ke depan," tuntasnya.



Milan - Striker AC Milan, Carlos Bacca, menikmati kariernya sejauh ini di Italia. Persaingan yang lebih kompetitif di liga menjadi nilai plus jika dibandingkan saat dia masih merumput di Spanyol.

Bacca hijrah ke Italia di bursa transfer musim panas lalu setelah dua tahun merumput di Spanyol. Striker asal Kolombia itu meninggalkan Sevilla untuk bergabung dengan Milan.

Sejauh ini, Bacca beradaptasi dengan baik di Milan. Dia cukup produktif dengan menghasilkan enam gol dari 15 kali penampilannya di Serie A bersama Rossoneri.

Performa Bacca memang masih belum bisa mengangkat Milan ke papan atas. Tapi ketatnya persaingan itulah yang membuat Bacca menikmati kariernya di Italia sejauh ini.

"Tidak seperti La Liga, di mana dua tim yang sama selalu juara, di Italia ada banyak tim kompetitif dan buktinya terlihat dari fakta bahwa setiap pekan ada pemuncak klasemen yang berbeda," ucap Bacca kepada Sky Sport Italia.

"Milan? Saya punya keyakinan, kami bekerja setiap hari," ucapnya soal ambisi scudetto Milan.

"Targetnya adalah menemukan konsistensi yang tepat dan rentetan kemenangan," katanya
Tuesday, 8 December 2015


AC Milan kembali tampil angin-anginan belakangan ini. Tidak maksimalnya performa Rossoneri dinilai karena mereka bermain terlalu hati-hati.

Hal itu diungkapkan oleh eks pelatih timnas Italia, Cesare Prandelli, setelah melihat Milan bermain imbang tanpa gol dengan Carpi. Pada laga sebelumnya, mereka juga butuh extra time untuk mengalahkan Crotone di arena Coppa Italia.

"Setelah menampilkan permainan terbaik mereka sepanjang musim ini di laga melawan Sampdoria, Milan sekali lagi menunjukkan keterbatasan yang sudah kita lihat dalam melakukan dribel dan menciptakan peluang," ujar Prandelli dalam kolomnya di Calciomercato.

"Selain karena agresivitas Carpi dan kurangnya kualitas di lini tengah Rossoneri, saya sering mendapatkan kesan bahwa Milan punya gaya bermain yang terlalu ilmiah," tambahnya.

"Ketika Anda menghilangkan (Giacomo) Bonaventura, saya tak melihat fantasi dan hasrat untuk mengambil risiko yang bisa menghasilkan perbedaan," katanya.

Milan kini duduk di peringkat kedelapan di klasemen sementara Serie A. Dengan koleksi 24 poin, mereka tertinggal sembilan poin dari Inter Milan yang tengah memimpin.

Monday, 7 December 2015


Sinisa Mihajlovic kecewa dengan hasil imbang yang didapat AC Milan di kandang Carpi. Menciptakan banyak peluang, Milan disebut Mihajlovic lebih pantas pulang dengan kemenangan.

Melawat ke kandang Carpi di Stadion Alberto Braglia, Senin (7/12/2015) dinihari WIB, Milan cuma membawa pulang satu poin. Meski tampil dominan, Milan mampu diredam oleh tuan rumah dan skor 0-0 menjadi hasil akhir pertandingan.

Dalam pertandingan tersebut, Milan sempat mengalami kesulitan hingga memasuki pertengahan babak pertama. Namun permainan Riccardo Montolivo dkk. kemudian membaik seiring berjalannya laga.

Milan makin dominan dan memegang kendali permainan di babak kedua. Tapi hingga wasit meniup peluit panjang, Rossoneri tak mampu mencetak gol.

Dalam catatan ESPN FC, Milan mendominasi laga dengan persentase penguasaan bola sebesar 60%. Sepanjang laga, mereka tercatat melepaskan 20 tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Milan juga memaksa kiper Carpi, Vid Belec, bekerja keras dengan melakukan tujuh penyelamatan.

Melihat performa timnya, Mihajlovic menilai Milan lebih pantas diganjar kemenangan. Dia pun menilai Milan telah membuang dua poin.

"Kami bisa saja lebih baik di babak pertama, tapi setelah jeda kami membaik dan pantas untuk menang," ujar Mihajlovic kepada Mediaset Premium seperti dikutip Football Italia.

"Kami mencetak begitu banyak peluang. Carpi bertahan dengan baik, kami butuh kreativitas dan sedikit keberuntungan. Kami harusnya juga lebih bersungguh-sungguh di depan gawang. Ini adalah pertandingan di mana Anda harus mendobrak."

"Kami mencoba segala cara kami bisa kami pikirkan, tapi seharusnya lebih akurat. Pada akhirnya kami membuang dua poin. Ini sangat disayangkan," lanjut Mihajlovic.

"Saya ulangi kami mencoba sampai akhir dan pantas untuk menang, untuk apa yang kami lakukan di babak kedua," katanya menegaskan.

Hasil imbang melawan Carpi membuat Milan turun ke posisi kedelapan klasemen dengan 24 poin dari 15 pertandingan. Milan kini berjarak tiga angka dari zona Eropa dan tertinggal sembilan poin dari Inter Milan yang memuncaki klasemen.



Milan - AC Milan mesti bekerja lebih keras untuk melakoni laga babak keempat melawan klub Serie B, Crotone. Di San Siro, Rabu (2/12) dinihari WIB, Milan akhirnya memenangi laga dengan skor akhir 3-1.

Crotone berhasil membuat frustrasi Rossoneri setelah mengimbangi tanpa gol di sepanjang 45 menit pertama. Di awal babak kedua, tim tuan rumah memecah kebuntuan melalui Luiz Adriano sebelum Crotone menciptakan gol balasan lewat Ante Budimir guna menyamakan skor 1-1 yang bertahan sampai waktu normal berakhir.

Kemenangan Milan ditentukan lewat babak 2x15 menit di mana mereka berhasil melahirkan dua gol dari para pemain pengganti: Giacomo Bonaventura dan M'Baye Niang.

Crotone mengambil insiatif serangan lewat sepakan Giuseppe Torromino dan Raffaele Palladino menguji kiper veteran Christian Abbiati di menit ke-20 dan 26.

Milan membalas dengan menciptakan peluang berbahaya di menit ke-39. Antonio Nocerino melepaskan tembakan yang memaksa kiper Crotone Alex Cordaz melakukan penyelamatan penting.

Di babak kedua, gol yang ditunggu-tunggu Milan akhirnya terlahir dua menit setelah kickoff. Setelah menerima operan, Luiz Adriano menusuk ke sisi kanan kotak penalti melewati sergapan kiper Alex Cordaz sebelum melepaskan tembakan mendatar kaki kanan ke gawang yang kosong. Milan memimpin 1-0.

Hanya sekitar 20 menit berselang, Crotone berhasil mencetak gol balasan. Ante Budimir melewati penjagaan Cristian Zapata dan melakukan tendangan ke tiang jauh yang tidak mampu dijangkau kiper veteran Christian Abbiati. Skor kini 1-1.

Serangan-serangan Milan lebih banyak diakhiri dengan tembakan dari luar kotak penalti yang kurang efektif. Sedangkan Crotone justru menggalang serangan berbahaya ketika umpan silang Budimir disambut Adrian Stoian dengan sundulan yang melayang tipis dari gawang Milan.

Di sisa waktu, kedua tim gagal menciptakan gol tambahan sehingga pertandingan berlanjut ke extra time. 

Milan sekali lagi berada di depan setelah Giacomo Bonaventura mencetak gol di menit ke-105. Pada situasi tendangan bebas di daerah D, Bonaventura melepaskan tendangan kaki kanan yang mengecoh Cordaz.

Tim tuan rumah memastikan kemenangannya 10 menit kemudian. Pergerakan apik Riccardo Montolivo diakhiri Niang dengan sepakan ke tengah gawang Crotone untuk mengubah skor menjadi 3-1