Monday, 14 December 2015


Milan - Tiga tahun setelah bergabung dengan AC Milan, M'baye Niang mulai bisa menunjukkan potensi yang dipunya. Tampil oke sejauh ini, dia berharap bisa berkontribusi lebih besar dan bertahan lama di San Siro.

Niang dipasang sebagai starter dalam empat pertandingan terakhir Milan di Serie A. Dalam periode tersebut pemain asal Prancis itu tampil memuaskan dengan membuat dua gol dan satu assist.

Performa apik tersebut diharapkan akan bisa dijaga Niang. Dengan usia yang baru 20 tahun potensinya masih bisa terus berkembang di bawah arahan Sinisa Mihajlovic.

"Hubungan saya dengan Mihajlovic sangat baik. Dia banyak memberi untuk saya. Dia pelatih yang bagus sebagaimana kita tahu, dan dia suka bekerja bersama pemain muda. Dia punya kualitas yang hebat, saya selalu memberikan yang terbaik untuknya dan saya selalu melakukan apa yang dia katakan," ucap Niang.

Niang dibeli Milan dari Caen pada 2012 lalu. Namun periode awal dia berseragam Rossoneri tak berjalan semulus yang diharapkan.

Masih berusia 17 tahun ketika itu, Niang terlibat dalam beberapa masalah di luar lapangan. Salah satunya adalah kasus tabrakan yang melukai 11 orang. Masa depannya di Milan sepertinya akan habis saat dia dipinjamkan ke Montpellier dan kemudian Genoa.

"Saya ingin kembali ke Milan, karena saya merasa bagian dari tim dan klub ini. Saya setuju menjalani peminjaman ke Genoa tanpa ada klausul karena saya ingin membuktikan diri ke Milan. Saya ingin kembali ke sini untuk memberikan sesuatu pada tim," lanjutnya dalam wawancara dengan Corriere dello Sport dan dikutip dari Football Italia.

"Sebelumnya saya bermain dengan baik, sekarang saya pikir saya lebih baik lagi. Apakah saya berubah? Ya, itu benar. Saya membuat kesalahan yang tidak dilakukan pemain lain. Kami harus menghindari segalanya. Dari titik itu saya berubah, menjadi lebih baik. Saat Anda bermain dan Anda menguasai bola, Anda harus luwes dan tenang. Saat kehidupan pribadi Anda berjalan baik, maka permainan Anda akan baik."

"Apakah saya akan mengakhiri karier saya di Milan? Jika itu ada di tangan saya maka itu tidak akan jadi masalah. Saya melihat diri saya di tim ini, bahkan untuk 10 tahun ke depan," tuntasnya.



Milan - Striker AC Milan, Carlos Bacca, menikmati kariernya sejauh ini di Italia. Persaingan yang lebih kompetitif di liga menjadi nilai plus jika dibandingkan saat dia masih merumput di Spanyol.

Bacca hijrah ke Italia di bursa transfer musim panas lalu setelah dua tahun merumput di Spanyol. Striker asal Kolombia itu meninggalkan Sevilla untuk bergabung dengan Milan.

Sejauh ini, Bacca beradaptasi dengan baik di Milan. Dia cukup produktif dengan menghasilkan enam gol dari 15 kali penampilannya di Serie A bersama Rossoneri.

Performa Bacca memang masih belum bisa mengangkat Milan ke papan atas. Tapi ketatnya persaingan itulah yang membuat Bacca menikmati kariernya di Italia sejauh ini.

"Tidak seperti La Liga, di mana dua tim yang sama selalu juara, di Italia ada banyak tim kompetitif dan buktinya terlihat dari fakta bahwa setiap pekan ada pemuncak klasemen yang berbeda," ucap Bacca kepada Sky Sport Italia.

"Milan? Saya punya keyakinan, kami bekerja setiap hari," ucapnya soal ambisi scudetto Milan.

"Targetnya adalah menemukan konsistensi yang tepat dan rentetan kemenangan," katanya
Tuesday, 8 December 2015


AC Milan kembali tampil angin-anginan belakangan ini. Tidak maksimalnya performa Rossoneri dinilai karena mereka bermain terlalu hati-hati.

Hal itu diungkapkan oleh eks pelatih timnas Italia, Cesare Prandelli, setelah melihat Milan bermain imbang tanpa gol dengan Carpi. Pada laga sebelumnya, mereka juga butuh extra time untuk mengalahkan Crotone di arena Coppa Italia.

"Setelah menampilkan permainan terbaik mereka sepanjang musim ini di laga melawan Sampdoria, Milan sekali lagi menunjukkan keterbatasan yang sudah kita lihat dalam melakukan dribel dan menciptakan peluang," ujar Prandelli dalam kolomnya di Calciomercato.

"Selain karena agresivitas Carpi dan kurangnya kualitas di lini tengah Rossoneri, saya sering mendapatkan kesan bahwa Milan punya gaya bermain yang terlalu ilmiah," tambahnya.

"Ketika Anda menghilangkan (Giacomo) Bonaventura, saya tak melihat fantasi dan hasrat untuk mengambil risiko yang bisa menghasilkan perbedaan," katanya.

Milan kini duduk di peringkat kedelapan di klasemen sementara Serie A. Dengan koleksi 24 poin, mereka tertinggal sembilan poin dari Inter Milan yang tengah memimpin.

Monday, 7 December 2015


Sinisa Mihajlovic kecewa dengan hasil imbang yang didapat AC Milan di kandang Carpi. Menciptakan banyak peluang, Milan disebut Mihajlovic lebih pantas pulang dengan kemenangan.

Melawat ke kandang Carpi di Stadion Alberto Braglia, Senin (7/12/2015) dinihari WIB, Milan cuma membawa pulang satu poin. Meski tampil dominan, Milan mampu diredam oleh tuan rumah dan skor 0-0 menjadi hasil akhir pertandingan.

Dalam pertandingan tersebut, Milan sempat mengalami kesulitan hingga memasuki pertengahan babak pertama. Namun permainan Riccardo Montolivo dkk. kemudian membaik seiring berjalannya laga.

Milan makin dominan dan memegang kendali permainan di babak kedua. Tapi hingga wasit meniup peluit panjang, Rossoneri tak mampu mencetak gol.

Dalam catatan ESPN FC, Milan mendominasi laga dengan persentase penguasaan bola sebesar 60%. Sepanjang laga, mereka tercatat melepaskan 20 tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Milan juga memaksa kiper Carpi, Vid Belec, bekerja keras dengan melakukan tujuh penyelamatan.

Melihat performa timnya, Mihajlovic menilai Milan lebih pantas diganjar kemenangan. Dia pun menilai Milan telah membuang dua poin.

"Kami bisa saja lebih baik di babak pertama, tapi setelah jeda kami membaik dan pantas untuk menang," ujar Mihajlovic kepada Mediaset Premium seperti dikutip Football Italia.

"Kami mencetak begitu banyak peluang. Carpi bertahan dengan baik, kami butuh kreativitas dan sedikit keberuntungan. Kami harusnya juga lebih bersungguh-sungguh di depan gawang. Ini adalah pertandingan di mana Anda harus mendobrak."

"Kami mencoba segala cara kami bisa kami pikirkan, tapi seharusnya lebih akurat. Pada akhirnya kami membuang dua poin. Ini sangat disayangkan," lanjut Mihajlovic.

"Saya ulangi kami mencoba sampai akhir dan pantas untuk menang, untuk apa yang kami lakukan di babak kedua," katanya menegaskan.

Hasil imbang melawan Carpi membuat Milan turun ke posisi kedelapan klasemen dengan 24 poin dari 15 pertandingan. Milan kini berjarak tiga angka dari zona Eropa dan tertinggal sembilan poin dari Inter Milan yang memuncaki klasemen.



Milan - AC Milan mesti bekerja lebih keras untuk melakoni laga babak keempat melawan klub Serie B, Crotone. Di San Siro, Rabu (2/12) dinihari WIB, Milan akhirnya memenangi laga dengan skor akhir 3-1.

Crotone berhasil membuat frustrasi Rossoneri setelah mengimbangi tanpa gol di sepanjang 45 menit pertama. Di awal babak kedua, tim tuan rumah memecah kebuntuan melalui Luiz Adriano sebelum Crotone menciptakan gol balasan lewat Ante Budimir guna menyamakan skor 1-1 yang bertahan sampai waktu normal berakhir.

Kemenangan Milan ditentukan lewat babak 2x15 menit di mana mereka berhasil melahirkan dua gol dari para pemain pengganti: Giacomo Bonaventura dan M'Baye Niang.

Crotone mengambil insiatif serangan lewat sepakan Giuseppe Torromino dan Raffaele Palladino menguji kiper veteran Christian Abbiati di menit ke-20 dan 26.

Milan membalas dengan menciptakan peluang berbahaya di menit ke-39. Antonio Nocerino melepaskan tembakan yang memaksa kiper Crotone Alex Cordaz melakukan penyelamatan penting.

Di babak kedua, gol yang ditunggu-tunggu Milan akhirnya terlahir dua menit setelah kickoff. Setelah menerima operan, Luiz Adriano menusuk ke sisi kanan kotak penalti melewati sergapan kiper Alex Cordaz sebelum melepaskan tembakan mendatar kaki kanan ke gawang yang kosong. Milan memimpin 1-0.

Hanya sekitar 20 menit berselang, Crotone berhasil mencetak gol balasan. Ante Budimir melewati penjagaan Cristian Zapata dan melakukan tendangan ke tiang jauh yang tidak mampu dijangkau kiper veteran Christian Abbiati. Skor kini 1-1.

Serangan-serangan Milan lebih banyak diakhiri dengan tembakan dari luar kotak penalti yang kurang efektif. Sedangkan Crotone justru menggalang serangan berbahaya ketika umpan silang Budimir disambut Adrian Stoian dengan sundulan yang melayang tipis dari gawang Milan.

Di sisa waktu, kedua tim gagal menciptakan gol tambahan sehingga pertandingan berlanjut ke extra time. 

Milan sekali lagi berada di depan setelah Giacomo Bonaventura mencetak gol di menit ke-105. Pada situasi tendangan bebas di daerah D, Bonaventura melepaskan tendangan kaki kanan yang mengecoh Cordaz.

Tim tuan rumah memastikan kemenangannya 10 menit kemudian. Pergerakan apik Riccardo Montolivo diakhiri Niang dengan sepakan ke tengah gawang Crotone untuk mengubah skor menjadi 3-1

Monday, 1 December 2014
Aksi 2 Putra Maldini Sukses Curi Perhatian di Italia

Klan Maldini di klub AC Milan sepertinya akan segera hadir kembali di sepakbola Italia. Dua putra Paolo Maldini kini telah tumbuh menjadi talenta-talenta belia yang akan melanjutkan nama besar leluhurnya.

Ya, pada Sabtu 29 November 2014 waktu setempat, publik Italia khususnya tifosi Rossoneri dibuat bahagia dengan aksi dua putra Paolo Maldini, Christian Maldini dan Daniel Maldini. Keduanya mencetak gol di hari yang sama.

"Maldini Day" atau Hari Maldini menjadi tajuk hangat media-media Italia menyusul aksi duo klan Maldini itu. Dua cucu Cesare Maldini ini mencetak gol untuk timnya masing-masing.

Dilansir Football Italia, Christian yang kini telah berusia 18 tahun telah membuat langkah besar di tim primavera. Ia mencetak gol ke gawang Perugia saat pertama kali memperkuat tim primavera Milan. 

Aksi gemilang Christian ini diikuti oleh sang adik, Daniel. Belia yang bulan lalu baru genap berusia 13 tahun ini mencetak gol saat Giovanissimi menekuk Lumezzane dengan skor 3-0 di tempat latihan Milan.

Melihat aksi dua pemain belia ini, tentu fans Milan akan teringat sosok Paolo dan Cesare Maldini. Mungkinkah Christian dan Daniel akan mengikuti jejak sang ayah dan kakeknya menjadi kapten Milan?
Wednesday, 26 November 2014
Presiden Indonesia Joko Widodo dan istrinya Iriana.
mengambil selfie dengan anak mereka Kaesang Pangarep dan Teman sekelas setelah upacara wisuda nya 
(FOTO: Reuters) 


Presiden Indonesia Joko Widodo dan Ibu Iriana terbang kelas ekonomi ke Singapura pada hari Jumat dengan rombongan 10-orang untuk menghadiri wisuda anak bungsunya di Anglo-Chinese School (International). 

Kedua, didampingi oleh Duta Besar Indonesia untuk Singapura Andri Hadi, dengan bangga menyaksikan putra bungsu mereka Kaesang Pangarep, 

Naik ke panggung pada Jumat malam untuk menerima sertifikat nya untuk menyelesaikan nya diploma International Baccalaureate di ACSI. 

#PresidentSelfie #JokoWidodo